Kelompok paramiliter Wagner, yang bertempur untuk Rusia dalam perang di Ukraina, pada Minggu menolak menandatangani kontrak dinas militer dengan Kementerian Pertahanan Rusia.
"Perintah dan keputusan yang dibuat (Menteri Pertahanan Sergey) Shoigu itu berlaku untuk pegawai Kementerian Pertahanan dan personel militer. PMC (perusahaan militer swasta) 'Wagner' tidak akan menandatangani kontrak apa pun dengan Shoigu," kata pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin dalam pernyataan di Telegram.
Prigozhin mengatakan bahwa kelompoknya, yang berkoordinasi dengan para panglima, memiliki kemampuan yang sangat efektif dan kaya pengalaman.
"Sayangnya, sebagian besar unit militer tidak memiliki efisiensi seperti itu karena Shoigu tidak dapat mengelola formasi militer dengan normal," kata dia.
"Oleh karena itu, faktanya dia membuat aturan atau perintah itu hanya berlaku khusus bagi Kementerian Pertahanan dan mereka yang berada di bawah kementerian itu," kata Prigozhin.
Dia menegaskan bahwa Wagner "sepenuhnya berada di bawah" kepentingan Rusia dan perintah pimpinan puncak militer.
Dia juga mengatakan bahwa mereka melakukan tugas yang ditetapkan oleh Sergey Surovikin, komandan "operasi militer khusus" di Ukraina.
Pada Sabtu, Shoigu mengeluarkan keputusan yang mengharuskan setiap unit di luar kendali Kemhan Rusia untuk menandatangani kontrak dinas militer pada 1 Juli.
Baca Juga: Bantah Lakukan Serangan di Bendungan Kakhovka, Rusia Tuding Ukraina yang Sabotase
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta