Usai Pemilu 2019 yang sarat dengan unsur politik identitas, pengamat politik dari UIN Datakorama Palu, Sahran Raden meminta hal itu tak terjadi lagi di daerah saat Pemilu 2024 bergulir.
Munculnya isu poltik identitas yang menyeret etnis hingga agama akan merusak kualitas Pemilu 2024 nanti.
"Ya, dua isu besar kemungkinan mewarnai Pemilu 2024 mendatang," kata Sahran dikutip dari Antara, Selasa (27/6/2023).
Sahran yang juga mantan Ketua KPU Sulteng perioden 2013-2018 ini dua isu besar itu antara lain kepemiluan yang membawa narasi polarisasi agama suku dan etnik.
Sementara isu kedua adalah non-pemilu yang berkaitan dengan kabar berita hoaks yang nyaris bisa dimainkan oleh publik.
"Contoh yang terlihat saat politik identitas dibawa ke ranah pemilu. Ini sangat tak mendidik dan provokatif. Karena bisa timbul juga ujaran kebencian," terang dia.
Sahran juga mewanti-wanti bagi parpol yang akan bertarung di Pemilu 2024 nanti tak membawa unsur asal daerah dan agama.
Berkaitan dengan isu non-pemilu, dengan mengandalkan hoaks, Sahran menyebutkan pemekaran daerah dan pergantian kekuasaan pemerintah jadi bahan empuk untuk dibagikan oknum tak bertanggungjawab.
Tak hanya itu, bergesernya pola sentralisasi ke desentralisasi di mana pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri harus dicegah. Termasuk juga pemda memiliki kewenangan dalam pemilihan kepala daerah oleh konstituen di daerah masing-masing.
Baca Juga: Sebelum Dibeliin Pemprov DKI, Pj Gubernur Heru Budi Pakai Mobil Dinas Sekretariat Presiden
"Dua isu ini harus dicegah secara masif karena sangat mengganggu kualitas pemilu," kata Sahran.
Ada langkah-langkah politis yang bisa diambil untuk menyelesaikan dua isu tersebut. Secara garis besar, pendidikan politik kepada masyarakat harus dikuatkan lagi.
Di sis lain menangkal kabar hoaks, literasi masyarakat dalam membaca dan menganalisa berita yang diterima juga harus mulai dikenalkan kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar