Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Eropa Raya mengutuk keras peristiwa pembakaran Al-Quran yang terjadi di depan sebuah masjid di ibu kota Swedia, Stockholm, pada Rabu (27/6).
"Membakar kitab suci umat Islam merupakan tindakan kebencian yang sangat berbahaya dan merupakan wujud dari Islamofobia yang mendorong tindakan kekerasan serta menghina agama," kata Sekretaris Umum KAHMI Eropa Raya Agung Wicaksono, Jumat.
Agung Wicaksono menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak bisa dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi.
Ia menambahkan bahwa tindakan membakar Al-Quran dengan penuh kebencian merupakan wujud rasisme, kebencian, serta serangan terang-terangan terhadap prinsip-prinsip toleransi, penerimaan terhadap perbedaan, demokrasi, dan kehidupan yang damai antara semua penganut agama.
Pada Rabu, terduga pelaku pembakaran Al-Quran diidentifikasi bernama Salwan Sabah Matti Momika.
Pria berusia 37 tahun tersebut merupakan seorang pengungsi asal Irak yang telah tinggal di Swedia selama lima tahun terakhir dan saat ini telah menjadi warga negara Swedia.
Meskipun menjadi seorang ateis, tindakan yang dilakukan oleh Salwan Momika, kata Agung, tetap tidak dapat dibenarkan dan harus dikecam oleh seluruh masyarakat.
KAHMI Eropa Raya, kata Agung, menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan menghormati kebebasan beragama serta meyakini bahwa tindakan individu dengan membakar kitab suci tidak mencerminkan sikap atau pandangan mayoritas masyarakat Swedia.
KAHMI Eropa Raya juga menyerukan kepada pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan memastikan pelaku bertanggung jawab atas tindakan kebencian tersebut.
Baca Juga: Nathalie Holscher Panik Adzam Panas dan Mulut Keluarkan Busa: Hancur Hati Ibu Nak!
Sebagai organisasi yang berkomitmen memperjuangkan toleransi, perdamaian dan dialog antar agama, KAHMI Eropa Raya, kata Agung, memperkuat tekadnya untuk terus bekerja sama dengan komunitas Muslim di Eropa dalam mengatasi segala bentuk diskriminasi, kebencian, dan intoleransi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Justin Hubner Nilai John Herdman Beda Kelas dengan Patrick Kluivert
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Review Queen Mantis: Dilema Moral di Balik Pemburu Pembunuh Berantai
-
Detik-detik Dua Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan Saat Kawal Pasukan UNIFIL
-
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
-
Jakarta Mulai Sepi Pendatang? Ini Data Mengejutkan Pascalebaran Dua Tahun Terakhir
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak
-
7 Fakta Kecelakaan Tragis di Jepara: Mobil Kijang Tabrak Anak di Halaman Rumah