Utusan Palestina di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Rabu (5/7) meminta masyarakat internasional tidak "berlaku seperti biasa" setelah penyerbuan oleh Israel baru-baru ini di Kota Jenin, wilayah pendudukan di Tepi Barat, dan kamp pengungsi di dalamnya.
Penyerbuan itu menewaskan paling sedikit 12 orang warga Palestina, termasuk lima orang anak, dan melukai lebih dari 140 warga Palestina lainnya.
"Ini adalah situasi yang mengerikan. Itu adalah situasi biadab oleh pasukan pendudukan Israel," kata Riyad Mansour kepada wartawan di kantor pusat PBB di New York.
"Mereka menggunakan sejumlah besar pasukan dan infantri serta satuan mekanis untuk menyerang kamp pengungsi yang kecil ini," katanya, menambahkan.
Mansour meminta Dewan Keamanan PBB untuk memberi isyarat kepada rakyat Palestina bahwa masyarakat internasional tidak meninggalkan mereka.
"Apa yang kami inginkan adalah masyarakat internasional, Dewan Keamanan...melakukan sesuatu, tidak biasa-biasa saja. Mereka harus melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan," kata Mansour.
Militer Israel menarik pasukan dari Jenin pada Rabu (5/7) pagi, mengakhiri operasi militer terbesarnya di kota tersebut selama lebih dari 20 tahun.
Sebanyak 12 warga Palestina tewas, termasuk lima anak-anak, dan lebih dari 140 lainnya mengalami luka akibat serangan itu, menurut keterangan yang disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina.
Serangan Israel, yang dimulai pada Senin (3/7), meninggalkan jejak kehancuran besar-besaran di seluruh kota Tepi Barat, dengan puluhan rumah, kendaraan, toko, dan jalur utilitas hancur.
Baca Juga: Geger Sidang Cerai, Inara Rusli Kejar 50 Persen Royalti dari Lagu-lagu Virgoun
Juru bicara PBB Farhan Haq mengatakan skala kekerasan serangan itu terkait dengan dampaknya terhadap penduduk sipil adalah "mengkhawatirkan".
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara