/
Rabu, 12 Juli 2023 | 16:55 WIB
Ganjar Prabowo dan Anies calon presiden di Pemilu 2024 (Kolase Instagram)

Pengamat Politik sekaligus Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Indaru Setyo mengatakan bahwa para calon presiden (capres) sudah mengantongi nama-nama pendampingnya untuk bertarung di Pilpres 2024 nanti.

Namun mereka memang sengaja menahan untuk tak segera mengumumkan, menyusul parpol dan koalisi yang mengusung capres masih menghitung ketat.

"Saya pikir mereka masih menghitung walaupun mereka sudah mengantongi beberapa nama figur dan lain sebagainya," ujar Indaru dikutip Rabu (12/7/2023).

Ia menyebutkan bahwa perhitungan partai tersebut menyusul adanya kelompok pemilih mulai dari kalangan muda, pemilih yang basisnya identitas hingga agama dan masih banyak lain.

Indaru menjelaskan jika cawapres yang dipilih partai ini bukan hanya unggul dalam popularitas yang dapat diterima publik dari kalangan muda atau dari pemilih yang berbasis identitas.

"Nah jadi pertimbangan-pertimbangan ini yang saya pikir membuat parpol menghitung. Misalnya yang bisa diterima publik berasal dari basis nahdliyin," terangnya.

Berkaca dari Pemilu 2019, Indaru menyontohkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Memilih Ma'ruf Amin dianggap untuk menekan konflik.

Menurut dia, hal semacam itu juga akan punya pengaruh hampir cukup strategis tentang peran siapa yang akan dipilih terkait dengan keterpilihannya pada Pemilu Serentak 2024.

"Jadi, partai koalisi tidak akan sembarangan menempatkan ini karena menurut saya ini semuanya fifty fifty. Nah, ini yang butuh calon wakil presiden yang bisa menambal, menambah kepercayaan publik bagi calon presiden itu," katanya.

Baca Juga: Pengamat Sebut Erick Thohir Punya Amunisi yang Dibutuhkan Prabowo Subianto Dongrak Suara di Pilpres 2024

Load More