Nama Ganjar, lanjut Novel, memang pernah disebut di dalam persidangan. Namun hal tersebut tidak bisa diartikan bahwa Ganjar terlibat.
"Memang namanya disebut dalam persidangan. Tapi membicarakan soal hukum, proses hukum apalagi hukum pidana, ada standar pembuktian yang harus bisa dipenuhi. Bukan sembarangan," tuturnya.
Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Ketua KPK Firli Bahuri yang mengungkapkan belum menemukan cukup bukti keterlibatan Ganjar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan E-KTP.
"Sampai hari ini, tidak ada bukti yang mengatakan bahwa yang disebut tadi (Ganjar Pranowo) melakukan suatu peristiwa pidana. Kalau ada kami bawa, tetapi kan sampai hari ini tidak ada," kata Ketua KPK Firli Bahuri, di Jakarta, Kamis (28/4).
Saat penyidikan kasus korupsi e-KTP berjalan, Ganjar telah melanjutkan karier politiknya ke Gubernur Jateng.
Ganjar dan Heru Sudjatmoko memenangkan 48,82% suara dalam pemilihan gubernur pada 2013. Mereka maju dengan dukungan PDIP.
Pada Pilkada Jateng 2018, Ganjar kembali menang dengan suara 58,78 persen. Dalam pemilihan ini, Ganjar maju bersama Taj Yasin Maimoen.
Saat itu, Ganjar memperoleh dukungan bukan hanya dari PDIP, tapi juga dari Partai Golongan Karya, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Ganjar akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah pada Juni 2023.
Baca Juga: Jelang Penetapan Capres PDIP, Sejumlah Mobil Berdatangan Memasuki Istana Batu Tulis
Saat ini, ia telah mendapat dukungan dari sejumlah partai politik dan kelompok sukarelawan untuk maju dalam Pilpres 2024.
Salah satunya yang paling kencang yakni berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), misalnya, telah mengumumkan dukungannya terhadap Ganjar. Namun, PDIP belum menentukan apakah akan mengusung Ganjar dalam Pilpres 2024.
Meski begitu, Ganjar Pranowo tak bisa dilepaskan dari sejumlah kontroversi dan friksi yang terjadi dalam perjalanannya. Beberapa waktu lalu misalnya, Ganjar ditinggalkan pendukungnya yang tergabung dalam GP Mania.
Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) sekaligus inisiator GP Mania Immanuel Ebenezer menilai, tidak ada gagasan maupun keberanian dari Ganjar Pranowo menjadi alasan utama pembubaran.
Ia menuturkan, ekspektasi mereka kepada Ganjar Pranowo ketika deklarasi dukungan tentu sosok Ganjar akan memberikan gagasan dan tawaran bagi bangsa Indonesia ke depan.
"Dalam rentang dua tahun ini kita tidak menemukan itu," kata Noel beberapa waktu lalu.
Kemudian, ia mengungkapkan, mereka menilai sosok Ganjar Pranowo tidak memiliki keberanian sedikitpun.
Dalam penyampaian-penyampaian yang disampaikan ke publik, mereka merasa Ganjar Pranowo tidak berhasil meyakinkan masyarakat.
Selain itu, Ganjar juga menjadi kontroversi terkait pernyataannya yang menolak kedatangan Tim Israel dalam ajang Piala Dunia U-20 yang akhirnya batal digelar di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan tertulisnya.
"Dalam konteks (Piala Dunia) U-20 kami mendorong upaya-upaya yang mesti dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini menerobos agar U-20 tetap sukses tapi tidak menghadirkan Israel," kata Ganjar pada Kamis (23/3/2023).
Ganjar mendukung sikap PDIP yang menolak kehadiran Timnas Israel dalam perhelatan Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Meski begitu, kini Ganjar resmi diusung maju sebagai calon presiden (capres) dari PDIP. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam rapat DPP PDIP ke-140 di Istana Batu Tulis, Bogor.
"Menetapkan saudara Ganjar Pranowo sekarang Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon presiden Republik Indonesia dari PDIP," ujar Megawati dalam yang disiarkan lewat akun YouTube PDIP, Jumat (21/4/2023).
Mega menyebut penetapan itu sengaja dilakukan hari ini karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini yakni 21 April. Dalam rapat tersebut, tampak hadir Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua DPR RI Puan Maharani. Rapat dibuka oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024