Suara.com - Pelaksana Harian Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lolly Suhenty khawatir Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dianggap belum sempurna akan menjadi penyebab membludaknya Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Terlebih dengan adanya anggapan bahwa bahwa DPT Luar Negeri (DPTLN) terlalu sedikit yang disampaikan oleh Partai Buruh, Bawaslu menyebut pemilih yang tidak masuk DPTLN akan berada dalam DPK.
"Faktanya memang ketika pengawasan luar negeri dilakukan, sekali lagi Bawaslu kan terbatas aksesnya datanya, tetapi Bawaslu melalui Panwas Luar Negeri menyatakan hati-hati membludaknya DPK," kata Lolly kepada wartawan, Jumat (7/7/2023).
Dia khawatir surat suara yang hanya berjumlah dua persen dari jumlah pemilih di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) tidak akan cukup jika DPK membludak.
"Kalau begitu, DPT yang ditetapkan masih bisa berubah dong? Ya masih bisa berubah dong karena ada DPK. Dia terdaftar tapi enggak punya KTP, dikategorikan dia sebagai DPK," ujarnya.
Lebih lanjut, Lolly mengatakan pemilih yang masuk sebagai DPK hanya bisa memberikan hak suaranya selama satu jam. Dari pukul 12.00 hingga 13.00 waktu setempat.
"Satu-satunya cara antisipasi yang harus dilakukan ada kita benerin dulu DPT-nya," tambah Lolly.
Sebelumnya, Partai Buruh mempertanyakan jumlah DPTLN yang ditetapkan KPU sebanyak 1.750.474 warga negara Indonesia (WNI).
Namun, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menyebut pekerja migran Indonesia mencapai sekitar empat juta orang.
Baca Juga: Sebut DPT Tak Punya e-KTP Berpotensi Penyalahgunaan Surat Suara, Bawaslu Ingin Kepastian Hukum
"Partai Buruh meminta pemutakhiran data pemilih luar negeri dengan cara KPU bekerja sama dengan BP2MI, yang merupakan lembaga pemerintah juga," kata Said dalam keterangannya, Senin (3/7/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024