Saat itu, deklarasi berlangsung meriah karena Anies sempat naik andong dan diarak oleh iringan drumband sebelum ia dideklarasikan oleh PKS.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat itu memandang ada tiga parameter yang digunakan oleh partainya untuk mendukung Capres, yaitu nasionalis religius, simbol perubahan, dan punya peluang menang besar.
Muncul Piagam Koalisi
Tiga partai pendukung Anies tersebut memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen untuk maju dalam Pilpres 2024.
Selanjutnya, mereka sepakat menamakannya sebagai ‘Koalisi Perubahan untuk Persatuan’. Pengumuman tersebut dilaksanakan di Sekretariat Perubahan, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 24 Maret lalu.
Tidak hanya nama, koalisi tersebut juga mempunyai kesepakatan yang dituangkan dalam Piagam Koalisi yang berisikan enam poin, diantaranya:
1. Ketiga partai bekerja sama dalam wadah bernama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP)
2. Sepakat secara bulan untuk bersama-sama mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024 mendatang
3. Memberikan mandat kepada Anies Baswedan untuk memilih calon wakil presiden yang akan mendampinginya
Baca Juga: Tak Terduga, Ternyata Begini Cerita Awal Mula Cak Imin Diminta Jadi Cawapres Anies
4. Dalam waktu yang tidak lama KPP akan menyelenggarakan deklarasi dan mengumumkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden
5. KPP memberikan wewenang kepada Anies Baswedan untuk membangun kerja sama dengan partai yang lain
6. Koalisi Perubahan untuk Persatuan membentuk sekretaria.
Juru bicara Anies Baswedan, Sudirman Said menyebut ketua umum dari tiga partai sudah menandatangani piagam koalisi.
Muncul Bursa Cawapres Anies
Pada bulan Mei 2023 lalu, koalisi Anies sempat beredar lima nama cawapres yang sedang digodok oleh koalisi.
Berita Terkait
-
Tak Terduga, Ternyata Begini Cerita Awal Mula Cak Imin Diminta Jadi Cawapres Anies
-
Ditelikung Anies Baswedan, Pengamat Politik Sebut Partai Demokrat Bakal Buat Poros Tandingan
-
Jawab Harapan PKS Tetap di Koalisi Perubahan, Demokrat: Kali ini Kita Tidak Bisa Bersama
-
Sejarah Hotel Majapahit: Tempat Deklarasi Anies-Cak Imin Jadi Saksi Perobekan Bendera Biru
-
PAN Minta PKB Umumkan Keluar dari Koalisi Indonesia Maju
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024