Partai Kebangkitan bangsa (PKB) melaksanakan deklarasi koalisi dengan Partai Nasdem serta duet antara Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau yang lebih akrab dengan sapaan Cak Imin di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (2/9/2023).
Hotel Majapahit merupakan salah satu tempat bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan masyarakat Indonesia di Surabaya. Hotel tersebut dibangun pada 1 Juni 1910, dibeli oleh Lucas Martin Sarkies bersaudara dan resmi dibuka pada tahun 1912.
Tragedi bersejarah di hotel yang berlokasi di Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Surabaya tersebut terjadi pada 19 September 1945 saat hotel tersebut bernama Hotel Yamato. Pada hari itu, pasukan Belanda mengibarkan bendera Kerajaan Belanda (merah, putih, biru) di puncak sebelah kanan hotel.
Lalu, para pejuang kemerdekaan dengan berani merobek warna biru pada bendera Kerajaan Belanda sampai menjadi warna merah dan putih.
Kejadian tersebut akhirnya mengakibatkan pemimpin dari kelompok orang Belanda tersebut, WVC Ploegmen terbunuh karena dicekik oleh seorang pemuda bernama Sidik. Sidik juga tewas tertembak oleh tentara Belanda dengan menggunakan senapan.
Sidik merupakan salah satu residen Soedirman yang berunding bersama Ploegman agar menurunkan Bendera Belanda karena Pemerintah Indonesia sudah mengumandangkan proklamasi kemerdekaan di tangga; 17 Agustus 1945.
Namun, Ploegman menolak dan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Akhirnya ia pun mengeluarkan senjata dan terjadilah baku hantam di dalam ruangan.
Hariyono dan Soedirman lari keluar dari hotel tersebut. Namun, Hariyono kembali lagi bersama dengan Kusno Wibowo untuk pergi ke atap hotel dan merobek warna biru Bendera Belanda.
Berdasarkan catatan sejarah, hotel tersebut sudah beberapa kali berganti nama. Di tahun 1910, hotel ini berdiri dengan nama Oranje Hotel oleh Sarkies bersaudara.
Baca Juga: Kandidat Kuat Cawapres Prabowo Usai Cak Imin 'Membelot' ke Anies, Erick Thohir?
Lalu, di tahun 1942, hotel tersebut berubah nama menjadi Hotel Yamato atau Yamato Hoteru karena penjajah Jepang masuk ke Tanah Air dan menguasai hotel tersebut.
Kemudian, tahun 1945 setelah proklamasi, Hotel Yamato berganti nama menjadi Hotel Merdeka atau Hotel Liberty. Pada tahun tersebutlah peristiwa perobekan Bendera Belanda pada bagian warna biru dilakukan oleh Hariyono dan Kusno Wibowo.
Pada tahun 1969, perusahaan Mantrust Holding Co menjadi pemilik baru dan mengganti nama hotel tersebut dari Hotel Merdeka menjadi Hotel Majapahit karena Surabaya mempunyai kerajaan besar yang bernama Majapahit.
Saat ini, Hotel Majapahit sudah menjadi hotel yang modern, megah, dan berbintang lima tanpa mengubah tampilan yang dulu. Pihak hotel mengaku tidak ingin merubah desain terlalu banyak dengan alasan tidak ingin menghilangkan kesan klasik dan cerita sejarahnya.
Hotel tersebut juga dijadikan cagar budaya untuk mengenang keberanian dan semangat para pemuda Surabaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Berita Terkait
-
Kandidat Kuat Cawapres Prabowo Usai Cak Imin 'Membelot' ke Anies, Erick Thohir?
-
5 Jejak Kontroversi Cak Imin Jelang Pilpres 2024
-
PDIP Buka Peluang Kerja Sama dengan Demokrat yang Hengkang dari Koalisi Anies-Cak Imin
-
Deklarasi Cak Imin, Surya Paloh: Selamat Tinggal Politik Cebong dan Kampret
-
Momen Pendukung Ganjar Bernyanyi di Depan Hotel Tempat Deklarasi Anies-Cak Imin
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman