Suara.com - Koordinator Presidium Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Nasional Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), La Ode Basir membantah penyebab elektabilitas Anies dan Cak Imin merosot karena perbedaan basis suara kubu Anies dan Cak Imin.
Anies disebut memiliki basis pemilih yang dekat dengan PKS, sementara PKB mayoritas mengantongi suara Nahdliyin. Kedua basis suara ini seringkali dipersepsikan bertentangan.
Hal ini yang dituding menjadi penyebab sulitnya mengerek elektabilitas pasangan AMIN di Pilpres 2024.
La Ode menyebut siapa saja berhak memberikan penafsiran masing-masing. Namun, persepsi yang beredar itu dipastikan olehnya berbeda dengan yang terjadi di lapangan.
"Saya yang di lapangan, saya ini NU, sangat berbeda dengan apa yang disampaikan tadi," kata La Ode.
Ia mengklaim sudah berkeliling ke sejumlah wilayah, salah satunya Jawa Tengah dan Jawa Timur sejak era Jokowi dan Jusuf Kalla.
Berdasarkan pengamatannya, ia melihat ada semangat perubahan yang dibawa oleh Anies dan Cak Imin, bahkan lebih besar dari gejolak Jokowi dan JK dulu.
"Semangatnya itu beda sekali bahkan lebih hebat dari Jokowi-JK," tuturnya.
Mengenai hasil survei rendah, hal ini bukanlah hal baru bagi Anies. Pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu Anies juga selalu mendapatkan elektabilitas rendah dari berbagai lembaga survei.
Baca Juga: Elektabilitas Meroket, Peluang Erick Thohir Jadi Cawapres Makin Besar
Namun di hasil akhirnya ternyata Anies lah yang keluar sebagai pemenang menjadi orang nomor satu di Jakarta.
Oleh karenanya, tim pemenangan AMIEN tak lagi merasa was-was dengan hasil survei yang keluar belakangan menyebut elektoral Anies selalu amblas.
"Terkait survei yang sekarang ada kami kan ada pengalaman juga di Pilkada DKI, sampai H-1 minggu bahkan quick count pun mas Anies masih urutan tiga," tukasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Elektabilitas Meroket, Peluang Erick Thohir Jadi Cawapres Makin Besar
-
Yakin Cak Imin Tak Akan Jadi Tersangka KPK, Mahfud MD: Saya Nguping
-
Prabowo Subianto Dinilai Jadi Tokoh Pemersatu
-
Dianggap Lebih Condong Dukung Erick Thohir, Menag Yaqut Disebut Bakal Jadi Benalu kalau Tidak Ditertibkan PKB
-
Hubungan Cak Imin vs Menag Yaqut Memanas, Jadi Tanda Perang Dua Kubu di Internal PKB?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024