Suara.com - Presiden Jokowi tanggapi usulan agar dirinya menjadi Ketum PDI Perjuangan. Ia menegaskan, tidak berencana menjadi ketua parpol dan memilih untuk pensiun di Solo usai masa jabatannya sebagai presiden habis.
Uniknya, Jokowi justru mengusulkan agar generasi yang lebih muda memimpin PDIP daripada dirinya.
"Tersedia banyak kader muda. Ada Mbak Puan (Maharani), Mas Prananda (Prabowo)," tutur Jokowi, merujuk kepada dua anak dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Puan Maharani menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, sementara Prananda menangani Bidang Ekonomi Kreatif di DPP PDIP untuk periode 2019-2024.
Jika usulan ini terwujud, PDIP semakin menahbiskan diri sebagai partai yang dikuasai keluarga Megawati. Hal ini pernah disinggung oleh pakar politik dari FH Universitas Andalas, Feri Amsari.
Menurut dia, partai politik di Indonesia bukanlah partai sejati karena beberapa hanya dikuasai oleh sekelompok orang atau bahkan keluarga satu trah.
Ia berpendapat, parpol di Indonesia mirip perusahaan keluarga yang diberi label sebagai partai. Oleh karena itu, dia menilai Megawati selaku Ketum PDIP dapat diibaratkan sebagai CEO, dan hal yang serupa berlaku untuk Pak Prabowo di Partai Gerindra.
Feri menyebut, pasca Reformasi tahun 1998, hampir semua aspek sistem pemerintahan telah diperbaiki dalam regulasi.
Sayangnya, hal ini tidak terjadi dalam sistem partai politik. Akibatnya, partai masih sangat tergantung pada figur sentral seperti ketua umum atau kelompok dominan di dalam partai.
Baca Juga: Jokowi Minta TNI Peka Hadapi Krisis Pangan Dunia: Ini Urusan Perut!
PDIP Fokus Pemilu
Wacana mengenai Jokowi sebagai Ketua Umum PDIP diusulkan oleh Guntur Soekarnoputra, putra sulung Presiden pertama RI, Soekarno, sekaligus kakak dari Megawati.
Selain menyuarakan Jokowi sebagai Ketua Umum, Guntur juga mengusulkan Megawati sebagai dewan pembina partai berlambang banteng hitam bermoncong putih tersebut.
Menyikapi hal ini, Sekjen PDIP Hasto Kristianto menyatakan bahwa partai sedang fokus pada tujuan memenangi Pemilu 2024. Pergantian Ketua Umum PDIP baru akan diputuskan pada kongres yang direncanakan pada tahun 2025.
Dikutip dari Antara, Hasto juga mengatakan, keluarga Soekarno masih memiliki posisi kuat sebagai kandidat potensial untuk memimpin partai ke depan.
Dia meyakini bahwa PDIP membutuhkan figur yang memiliki pengaruh kuat dan koneksi dengan kader hingga tingkat bawah saat transisi pemerintahan di tahun 2024. Kriteria ini, menurut Hasto, masih dimiliki oleh Megawati dan keluarganya.
Berita Terkait
-
Jokowi Singgung Pemilu 2024 di HUT TNI ke-78: Jaga Netralitas!
-
Mentan Syahrul Yasin Limpo Mundur dari Kabinet? Jokowi: Jangan Berandai-andai Dong!
-
Kabar Mentan SYL Disuruh Menghadap ke Istana Hari Ini, Jokowi Malah Belum Tahu: Tanyakan Setneg!
-
Jokowi Jawab Usulan Gantikan Megawati Jadi Ketum PDIP: Saya Mau Pensiun
-
Jokowi Minta TNI Peka Hadapi Krisis Pangan Dunia: Ini Urusan Perut!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar