Suara.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Bergabungnya Agus dengan PSI menjadi sorotan publik. Profil Agus Mulyono Herlambang pun menarik untuk disimak.
Di hadapan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSI Raja Juli Antoni, Agus Mulyono mengungkapkan dua alasan utama mengapa akhirnya ia berlabuh ke partai berlambang mawar tersebut.
"Memang ada dua alasan yang menjadikan kemudian kenapa saya secara pribadi pada akhirnya log in di PSI," kata Agus Mulyono melalui sesi konferensi pers di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/10/2023).
Adapun alasan yang pertama, kata Agus, selama ini ia telah melihat bahwa PSI bisa menjadi tunggangan politik untuk melanjutkan perjuangan yang ada sebagaimana yang sudah dilakukan oleh PMII.
Agus pun mengklaim bahwa selama ini dirinyalah yang teriak paling keras meminta pemerintah untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Hal ini telah terealisasi melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengatur tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
Alasan selanjutnya, yang membuat dirinya mantap bergabung dengan PSI karena keberadaan Kaesang Pangarep. Dia mengaku kaget dengan langkah yang diambil oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo itu karena memilih berlabuh ke PSI.
Penasaran dengan sosok Agus Mulyono Herlambang? Simak profilnya dalam ulasan berikut ini.
Profil Agus Mulyono Herlambang
Baca Juga: Kasus Anjing Bogel Tak Rabies, LBH PSI: Jika Ada Keraguan, Terdakwa Harus Dibebaskan
Agus Mulyono Herlambang atau yang akrab dipanggil dengan Mr. Agus atau Sahabat Agus merupakan mantan ketua PMII. Agus Herlambang, Lahir pada tanggal 17 Juni 1988 di kota Mangga, Indramayu.
Agus merupakan putra pertama dari pasangan Guru Agama di kampung sehingga sejak dini ia tumbuh dan sudah berinteraksi langsung dalam dunia pendidikan agama.
Tamat SD, Agus melanjutkan pendidikannya di pesantren Raudlatut Thalibin Lengkong Kuningan sembari melanjutkan pendidikan formalnya di MTS Yaspika Kuningan.
Setelah selasai MTS, kemudian Agus melanjutkan pendidikannya ke MAN Cigugur Kuningan dan pendidikan pesantrennya di Pondok Pesantren Al-Ma’mur Cipondok Kadugede.
Kecerdasannya yang terlihat sejak dini, membawa Agus menjadi siswa berprestasi. Hingga Agus mendapatkan undangan PMDK di Institute Teknologi Bandung (ITB), pada jurusan Seni rupa dari jalur Beasiswa Santri Berprestasi di tahun 2006 lantaran memperoleh nilai UAN yang sangat tinggi.
Akan tetapi kedua orang tuanya memiliki harapan yabg berbeda dan memintanya untuk mendaftar di universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Namun sayangnya ia gagal, sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan di Mesir maupun ITB.
Agus pun kemudian memilih melanjutkan studi S1nya di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, dan memilih program studi Sastra Inggris dan lulus pada tahun 2010. Minatnya terhadap dunia sastra, kemudian membuatnya melanjutkan S2 Di Jurusan Magister Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI) dan diterima pada 2012.
Berkat keatifannya di dunia organisasi dan prestasinya yang mumpuni, Agus Herlambang pun terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2017-2019. Beberapa kali, dirinya juga masih aktif mengikuti isu-isu yang terjadi di lingkungan mahasiswa.
Nah itulah tadi profil Agus Mulyono Herlambang yang resmi bergabung dengan PSI. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Bakal Temui Prabowo, Kaesang Pangarep Ngebet Naik Kuda
-
Ingin Golkan RUU Perampasan Aset, Kaesang akan Memulai Sita Harta Kader PSI yang Korupsi
-
Kaesang Tak Menyangkal Gibran Akan Maju Cawapres Prabowo: Tunggu Putusan MK
-
Ketum PSI Kaesang Pangarep Pastikan Bakal Bertemu Prabowo Subianto, Besok?
-
Kubur Kans Jadi Depok 1, Kaesang: Saya Gak Nyaleg, Gak Nyalon, Mau Liburan Sama Istri
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024