Suara.com - Ketua Umum Gerakan Desa Bersatu, Asri Anas mengungkap adanya salah satu calon presiden atau capres peserta Pilpres 2024 yang mencoba mendekati para kepala desa (Kades) agar mendapat dukungan.
Bahkan, capres tersebut dituding turut memberikan uang transportasi sebesar Rp1 juta kepada para Kades dalam sekali pertemuan.
Hal ini disampaikan Asri di sela acara silaturahmi nasional perangkat desa di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu (19/11/2023).
"Mohon maaf, ada capres yang membiayai fasilitasi kepala desa, tranportasi Rp1 juta tiap satu pertemuan," kata Asri.
Asri tak menyebut siapa capres yang dimaksud. Namun menurutnya capres tersebut memberikan uang transportasi senilai Rp1 juta dengan kewajiban membuat video dukungan.
"Kalau teman-teman butuh video ada juga video. Dimana pendamping desa itu wajib, membuat video dukungan ke capres dan partai tentunya," katanya.
Undang Gibran
Dalam acara silaturahmi ini Gerakan Desa Bersatu turut mengundang Calon Wakil Presiden atau Cawapres Gibran Rakabuming Raka. Namun hingga pukul 15.00 WIB putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut tak kunjung datang.
Pantauan Suara.com di lokasi telah hadir beberapa elite dari partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) pengusung Prabowo-Gibran. Salah satunya Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.
Selain itu nampak pula Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Andre Rosiade, Ketua Bapilu Partai Golkar Nusron Wahid, hingga aktivis 98 sekaligus mantan politikus PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko.
Kemudian juga hadir Ketua DPP Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Surta Wijaya.
Asri mengklaim hanya mengundang Gibran karena yang bersangkutan bersama Prabowo sebagai pasangan capres-cawapres yang dapat mengakomodir aspirasi para Kades.
Meski begitu, Asri menyatakan pihaknya tidak akan secara tegas mendeklarasika atau menyatakan dukungan kepada Prabowo-Gibran. Sebab secara aturan Kades selaku aparatur sipil negera (ASN) dilarang.
"Tidak harus deklarasi lah. Teman-teman lebih tahu lah cara kerjanya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soroti Putusan Anwar Usman dkk, Penilaian Ganjar Pranowo soal Kinerja MK: Jeblok, Nilainya 5
-
Janji Manis Ganjar di Purwakarta: Kasih Akses Modal untuk Pelaku UMKM
-
Ajak 15 Ribu Kades Temui Gibran, Ketum Gerakan Desa Bersatu: Tidak Harus Deklarasi, Teman-teman Tahu Cara Kerjanya!
-
Sentil Ganjar Pranowo, Nikita Mirzani Langsung Disemprot Kader PDIP: Mending Kau Urus Anakmu
-
Menilik Keberuntungan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pilpres 2024 Menurut Feng Shui, Siapa Ketiban Hoki?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana