Suara.com - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja merespons pernyataan Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto yang memprediksi potensi pelanggaran terkait netralitas ASN pada Pemilu 2024 akan mencapai 8 ribu hingga 10 ribu kasus.
Bagja menegaskan nantinya Bawaslu akan berkoordinasi dengan KASN bila ditemukan kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN.
Ia mengatakan, walau KASN yang menemukan dugaan pelanggaran, Bawaslu juga akan dilibatkan.
"Seluruh pelanggaran pemilu itu harus melalui Bawaslu tapi jika KASN menemukan ya silakan saja, tidak ada masalah di situ, tapi biasanya akan diinfokan dulu ke Bawaslu," kata Bagja di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2023).
Berupaya Maksimal Tangani Kasus
Meski begitu, Bawaslu akan berupaya maksimal menangani kasus-kasus dugaan pelanggaran, khususnya di masa-masa kampanye seperti saat ini.
"Kan Bawaslu tidak (hanya terdiri dari) lima orang. Bawaslu ada 1.900 orang di tingkat kabupaten kota, ada lima kali 38 provinsi, berikut staf," ujar Bagja.
"Ya pasti (maksimal), namanya kampanye kayak gini, all-out lah Bawaslu. Tempatnya Bawaslu ya di sini," katanya.
Sebelumnya, Agus Pramusinto mengungkapkan diperkirakan ada 8 ribu sampai 10 ribu kasus pelanggaran netralitas ASN dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Otak-Atik Jadwal Seleksi Hingga Pelantikan Bawaslu/Panwaslih Daerah, Rahmat Bagja Kena Sanksi DKPP
Potensi tersebut dihitung berdasarkan perbandingan kasus netralitasi ASN di Pilkada 2020 silam.
Ketika itu, ia membeberkan tercatat jumlah pelanggaran terkait netralitas ASN mencapai 2.034 kasus.
"Pesta demokrasi tahun depan ada pileg, pilpres, dan pilkada serentak. Sehingga memiliki potensi empat sampai lima kali (lipat) pelanggaran," kata Agus di Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (7/12/2023).
"Jadi, kami harus kerja keras tentu saja. Kami harus bekerja sama dengan berbagai pihak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week