Suara.com - Sosok Eka Anugrah tengah jadi bahan perbincangan publik. Pasalnya dia menyumbangkan 100 unit mobil untuk tim pemenangan pasangan Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN). Namun gara-gara dukungannya itu, Eka justru dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Menariknya lagi, Eka ternyata dulu mengidolakan Ganjar Pranowo. Tapi gegara maklumat sang guru untuk mendukung Anies, Eka lantas berhenti ngefans Ganjar saat itu juga. Lantas siapa sebenarnya sosok Eka Anugrah yang sumbang 100 mobil untuk AMIN? Simak penjelasan berikut ini.
Profil Eka Anugrah
Eka Anugrah merupakan anak dari pasangan H A Anwar Sanusi M.Si dan Hj Elin Nuraeni M. Si. Wanita yang lahir di Sumedang, Jawa Barat ini punya deretan gelar mentereng.
Eka pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sumedang sejak tahun 2018 sampai 2021. Eka yang sudah menjadi Hajjah ini juga merupakan bagian dari HIPMI Jawa Barat periode 2020 sampai dengan 2023.
Eka Anugrah tinggal di Sumedang, Jawa Barat. Dia dikenal sebagai salah satu orang daerah terkaya di kawasan tersebut.
Eka berprofesi sebagai bidan yang praktek di Sumedang, Jawa Barat. Selain bidan, Eka juga merupakan seorang pengusaha. Dia aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bidang Kesehatan.
Viral Curhat ke Anies
Eka Anugrah merupakan satu dari beberapa orang yang diberi kesempatan oleh penyelenggara acara 'Desak Anies' untuk bertanya secara langsung kepada capres nomor urut 1, Anies Baswedan. Acara itu digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Jumat (22/12/2023) lalu.
Awalnya Eka curhat bahwa dia mengidolakan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, lalu berbalik arah mendukung Anies. Hal itu dilakukan Eka demi menuruti arahan dari guru spiritualnya.
"Saya kan memang ada guru spiritual ya. Beliau memberi maklumat, kalau cari presiden pilih Anies Baswedan. Saya nggak bertanya kenapa harus Pak Anies, tapi lebih memikirkan bagaimana cara biar Pak Anies bisa jadi presiden" ujar Eka.
Baca Juga: Ciri-ciri Pelaku Penembakan Relawan Prabowo-Gibran Di Madura, Korban Ternyata Tokoh Agama
Eka lalu menyebut dirinya menyumbangkan 100 mobil untuk tim pemenangan AMIN di Sumedang. Dia juga mengklaim turut mensponsori alat peraga kampanye (APK) bersama adiknya yang merupakan pengusaha percetakan.
"Saya cetak sendiri, tidak ada pembiayaan dari Timses. Bahkan saya baru tahu berita soal saya sempat viral," tuturnya.
Namun gara-gara dukungannya itu, Eka merasa dirinya tak nyaman karena jadi sorotan warga sekitar. Bahkan tidak hanya Bawaslu, Eka mengatakan dia juga dilaporkan ke aparat hukum lainnya.
"Yang saya ingin tanyakan, apakah saya ini akan terjerat hukum karena katanya saya sudah dilaporkan ke Baswaslu. Saya juga diaudit dan sebagainya, apakah karena saya mendukung bapak, saya harus terjerat hukum," tanya Eka pada Anies Baswedan.
Eka juga menumpahkan keresahannya karena kerap dicari orang tak dikenal untuk diperiksa. Sebagai orang tua tunggal bagi putranya sekaligus mengurus ibunya yang sedang sakit, Eka merasa sering ketakutan.
"Makin ke sini, makin banyak yang nanya. Terus ke sininya malah banyak yang meneror. Jadi apakah setiap pendukung pak Anies itu akan diberlakukan seperti saya, sehingga saya keluar rumah saja jadi takut," ungkap dia.
Padahal Eka mengklaim bahwa dia hanya menginginkan ada pemimpin yang baik dan amanah. Menanggapi hal itu, Anies menyebut tekanan serupa terhadap pendukung Anies sudah banyak terjadi sebelumnya.
Anies hanya bisa berharap agar setelah Eka berani angkat bicara, maka akan semakin memperkuat solidaritas bagi pada pendukung AMIN. "Bahwa setiap memberikan dukungan sering mengalami pemeriksaan macam-macam," ucap dia berusaha menenangkan.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Pekerjaan Eka Anugrah, Bidan Sumbang 100 Mobil untuk Timnas AMIN
-
Anies Diyakini Mampu Memaksimalkan Potensi Daerah
-
Anies Serap Aspirasi Pedagang dan Konsumen Saat Blusukan di Pasar Flamboyan Kalbar
-
Tiba di Kalimantan Barat, Anies Disambut dengan Prosesi Adat Potong Pantan
-
Ciri-ciri Pelaku Penembakan Relawan Prabowo-Gibran Di Madura, Korban Ternyata Tokoh Agama
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian