Suara.com - Alat peraga kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk para calon presiden (capres) dan calon legislatif (caleg) Pemilu 2024, bak jamur di musim penghujan.
Pantauan Suara.com, di sepanjang Jalan Panjang dari arah Daan Mogot mengarah ke Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menumpuk sejumlah baliho yang terpasang di pagar pembatas jalur Transjakarta.
Terlihat, ada APK yang langsung diikat menggunakan tali ke pagar pembatas tersebut.
Namun ada juga baliho yang menggunakan bambu sebagai tiang penganggah.
Tidak sedikit baliho tersebut ada yang sudah rusak akibat diterpa kondisi cuaca ektrim belakangan ini. Namun kondisi tersebut tidak diperbaiki, sehingga berpotensi membahayakan terutama bagi para pengendara.
Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah mengatakan, seharusnya dalam musim kampanye sepeti ini, pemerintah hadir untuk memberikan ruang khusus bagi mereka yang ingin memasang APK alias baliho agar visual kota tetap terjaga.
“Jadi semacam dibuatkan seperti majalah dinding gitu, jadi para caleg tidak sembarangan menempelkan APKnya,” kata Trubus melalui sambungan telepon kepada Suara.com, Jumat (29/12/2023).
Nantinya, pemerintah juga bisa mendapatkan pajak tambahan dari ruang khusus tersebut.
“Yang mau pasang di situ dikenakan pajak, jadi kan Pemprov dapat pemasukan juga,” jelasnya.
Baca Juga: Pemilu 2024 jadi Ladang Cuan Tukang Sablon di Jakarta, Untung 200 Persen Garap Atribut Caleg
Ambisi Kuasa
Trubus melihat, para caleg yang menempel APK seenaknya, hanya sebatas orang yang berambisi untuk berkuasa.
Mereka, hanya berpikir bagaimana bisa terpilih lantaran sudah mengeluarkan modal yang cukup besar untuk memproduksi APK tanpa mengindahkan aturan.
Sebabnya, tak sedikit para Caleg yang memantek atau memaku baliho mereka di batang pohon yang berada di pinggir jalan.
“Mereka hanya berambisi bagai mana bisa terpilih, karena sudah menghabiskan modal cukup banyak,” ucap Trubus.
Trubus menilai demokrasi yang dilakukan oleh para caleg saat ini sudah kebablasan lantaran telah menabrak aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Berita Terkait
-
Bikin Polusi Visual dan Tak Ramah Lingkungan, Kenapa Capres dan Caleg Gak Manfaatkan Medsos?
-
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mendadak Dipecat, Panas Pemilu Menjalar Ke NU?
-
Wahyu Setiawan: KPK Bisa Tangkap Saya, Harun Masiku Kenapa Tak Bisa Ditangkap?
-
Curhatan Pengusaha Sablon di Jakbar Perang Harga Demi Raup Cuan dari Caleg
-
Pemilu 2024 jadi Ladang Cuan Tukang Sablon di Jakarta, Untung 200 Persen Garap Atribut Caleg
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Harga Emas Antam Masih Tinggi, Hari Ini Tembus Rp2,69 Juta/Gram
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?
-
Pengusaha Sektor Horeka Disarankan Pakai LPG Nonsubsidi, Ini Alasannya
-
Review Sterling Point: Refleksi Kehidupan dan Romansa Remaja Masa Kini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV