Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat telah rampung melakukan perekrutan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu 2024 nanti.
Ketua KPU Jakarta Barat, Endang Istianti mengatakan, ada sebanyak 50.183 orang yang telah direkrut untuk disebar di 7.919 TPS yang berada di wilayah Jakarta Barat.
“Jadi satu TPS ada tujuh, dikali 7.619 hasilnya adalah 50.183 orang sudah berhasil kami rekrut,” kata Istianti, di GOR Kebon Jeruk, Selasa (2/1/2024).
Istianti mengaku, mereka yang lolos untuk menjadi anggota KPPS dipastikan lolos tes kesehatan. Hal ini guna meminimalisir korban tewas akibat padatnya penghitungan suara seperti pada Pemilu 2019 silam.
“Kami umumkan setiap kelurahan mereka adalah orang-orang yang sudah lulus dengan kriteria dan terutama lolos tes kesehatan,” jelas Istianti.
Isti juga memastikan puluhan ribu anggota KPPS tersebut dipastikan layak dan siap bekerja saat Pemilu 2024, yang jatuh pada 14 Februari mendatang
“Mereka siap bekerja pada 14 Februari 2024,” ucapnya.
Diketahui bersama, pada hari ini, KPU Jakarta Barat tengah melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Dapil 3 DPR RI, yang meliputi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
Total ada 1.955.032 plus 2 persen surat suara yang disortir dan dilipat, sebelum didistribusikan ke TPS-TPS yang berada di wilayah Jakarta Barat.
Baca Juga: 45 Hari Menuju Pemilu, Ganjar: Kita Gaspol Gerakan Sistematis, Seperti Putusan MK
1,9 juta surat suara tersebut diketjakan oleh 210 warga Jakarta Barat, yang sebelumnya telah direkrut oleh KPU tingkat kota.
Target pengerjaan tersebut rampung dalam waktu 5-6 hari ke depan.
Istianti mengatakan, jika nantinya ditemukan surat suara yang rusak, maka akan dibuatkan berita acara, untuk mendapatkan penggantian. Kemudian surat suara yang rusak akan dimusnahkan dengan disaksikan stakeholder terkait seperti Bawaslu serta pihak keamanan TNI-Polri.
Berikut merupakan kriteria surat suara yang dinyakatan rusak dan tidak bisa digunakan dalam Pemilu nanti:
1. Hasil cetak warna surat tidak merata, tidak jelas, tidak terbaca, banyak noda;
2. Surat suaranya kusut, mengkerut, sobek;
Berita Terkait
-
Keluhkan Diskriminasi Caleg Pekerja, Partai Buruh Ancam Kepung Kantor Bawaslu Dengan Massa Lebih Banyak
-
Demo Di Bawaslu, Partai Buruh Keluhkan Diskriminasi Caleg Pekerja
-
Survei ICRC: Perindo Kuda Hitam, PPP-PAN Di Pinggir Jurang, PSI Kurang Suara
-
Relawan Ganjar-Mahfud Diduga Dianiaya Aparat TNI di Boyolali, Pemilu Telah Dicederai
-
TPN Klaim Ganjar-Mahfud Datangi 178 Lokasi Kampanye Dalam 1 Bulan: Jauh Di Atas Paslon Lain
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
El Nino 2026 Ancam Pertanian, Air Bersih hingga Karhutla
-
Sabet 15 Medali di Malaysia, MMA Indonesia Makin Siap Tempur di Asian Games 2026
-
Buruh India 'Gali Kuburan Sendiri', Ajari Robot AI untuk Gantikan Posisi Pekerjaan Mereka
-
Mazda CX-30 Jadi Mobil Pertama Rakitan Dalam Negeri yang Debut di GIIAS 2026
-
Dari Rp500 Ribu Jadi Skandal Rp24,5 Miliar: Begini Cara "Orang Dalam" Bobol BPJS Ketenagakerjaan
-
Purbaya Bantah Jadi Calon Gubernur BI, Klaim Bersyukur Dikasih Jabatan Menkeu
-
Tenggat PP Kesehatan Terlewati, Pemerintah Dikritik Tak Taat Konstitusi soal Pengendalian Rokok
-
Kemendagri Dukung Penguatan Pembiayaan Perumahan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah di Jawa Timur
-
Review Drama Alice in Borderland, Teka-Teki Permainan Kartu yang Mematikan
-
Kejagung Geledah Empat Perusahaan Milik Don Ritto Terkait Kasus Febrie Adriansyah