Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Barat, menyebut ada 146 surat suara yang rusak, untuk Dapil 3 DPR RI, rusak usai dilakukan penyortiran, selama dua hari terakhir.
“Dari 264.500 surat suara DPR RI, yang reject 146 lembar,” kata Ketua KPU Jakarta Barat, Endang Istianti, saat dikonfirmasi, Jumat (5/1/2024).
Istianti mengatakan, kebanyakan surat suara yang rusak akibat sobek dan luntur. Ia mengaku tidak ada surat suara yang rusak akibat tercoblos.
“Tidak ada (tercoblos). Reject karena luntur tinta nya, surat suara sobek,” ungkapnya.
Adapun, surat suara yang rusak ini nantinya akan dimusnahkan setelah dibuatkan berita acara.
“Sementara disimpan, nanti akan dimusnahkan,” jelas Istianti.
Sebelumnya, KPU Jakarta Barat telah melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk Dapil 3 DPR RI, di Gelanggang Olahraga (GOR) Kebon Jeruk, Jakbar.
Diketahui, Dapil tersebut meliputi wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Sebanyak 1.955.032 plus 2 persen surat suara untuk Dapil 3, akan disortir dan dilipat.
Sebanyak 210 warga dilibatkan dalam kegiatan ini. Pelipatan surat suara sendiri diprediksi rampung dalam 5-6 hari ke depan, terhitung sejak Selasa (2/1/2024) lalu.
Baca Juga: Kronologi PDIP Solo Temukan Contoh Surat Suara untuk Simulasi Hanya Tampilkan 2 Paslon
Berikut merupakan kriteria surat suara yang dinyakatan rusak dan tidak nisa digunakan dalam Pemilu nanti:
1. Hasil cetak warna surat tidak merata, tidak jelas, tidak terbaca, banyak noda;
2. Surat suaranya kusut, mengkerut, sobek;
3. Warnanya tidak sesuai dengan jenis Pemilunya;
4. Nama dan logo partai tidak lengkap;
5. Logo KPU tidak jelas;
6. Terdapat lubang pada kolom nomor urut atau kolom nama pasangan calon sehingga menimbulkam kesan sudah di coblos;
7. Foto calon dan pasangan calon buram;
8. Warna lambang partai tidak sesuai dengan ketentuan KPU.
Berita Terkait
-
Ganjar Senggol KPU Soal Contoh Surat Suara Hanya Tampilkan 2 Paslon: Kalau Minta Maaf Terus...
-
Polemik Panelis Debat dari Unhan, TKN: Biarkan KPU yang Nilai
-
Usai Heboh WNI di Malaysia Tak Masuk DPT, Kubu AMIN Minta KPU Sediakan Hotline
-
Hati-hati! Aspal Jalan Gajah Mada Jakbar Ambles Diduga Karena Galian Relokasi Kabel
-
Kronologi PDIP Solo Temukan Contoh Surat Suara untuk Simulasi Hanya Tampilkan 2 Paslon
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan