Selanjutnya, ada Guru Besar Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Prof. Paschalis Maria (PM) Laksono. Ia diketahui lahir di Yogyakarta pada 6 April 1953 atau saat ini berusia 70 tahun.
Prof. PM Laksono pernah menempuh program Sarjana Muda Antropologi di UGM (1972-1975) dan Sarjana di UI (1978-1980). Ia juga mengambil program S2 Antropologi UI usai belajar di Universiteit Leiden, Belanda pada 1983.
Sementara gelar doktornya diperoleh dari Cornell University pada tahun 1990. Di sisi lain, ia pernah mengajar di Universitas Cendrawasih, Universitas Atma Jaya, dan Universitas Sanata Dharma, dan Institut Seni Indonesia.
6. Imam Prasodjo
Imam Prasodjo yang merupakan Sosiolog Universitas Indonesia (UI) hadir sebagai panelis debat kelima capres. Ia lahir di Purwokerto, Jawa Tengah pada 15 Febuari 1960 atau saat ini dirinya tengah berusia 63 tahun.
Ia berhasil lulus dari Falkultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI dan melanjutkan studi magisternya di Kansas State Univeristy, Amerika Serikat. Imam pun lulus pada 1990 dan berkuliah S3 di Brown University.
Dalam kariernya, Imam Prasodjo memiliki pengalaman sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 1999-2004. Ia juga turut menjadi Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2011 silam.
7. Onno Widodo Purbo Ph.D.
Panelis ketujuh dalam debat kelima capres 2024, ada Onno Widodo Purbo. Ia adalah Ahli Teknologi Informasi/Wakil Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan. Ia diketahui lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 17 Agustus 1962.
Onno Widodo merupakan salah satu lulusan Teknik Elektro ITB terbaik pada tahun 1987. Ia lalu melanjutkan studi magister serta doktoral-nya melalui beasiswa di McMaster University dan Universitas Waterloo, Kanada.
Sebelum menjabat posisinya sekarang, Onno Widodo pernah menjadi pendidik para guru di daerah tertinggal melalui STKIP Surya. Ia juga sempat berkarier sebagai Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sampai Februari 2000.
8. Dra. Reni Kusumowardhani M.PSI.,
Dra. Reni tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Ia pernah menjadi saksi ahli pada sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Ia pun kerap membuka Konsultan Psikologi dan Pusat Kajian Perilaku.
Selain itu, Reni juga pernah melakukan layanan dan program psikologi di LP Nusakambangan pada 1998 silam. Ia bahkan kerap ikut menyelidiki kasus pembunuhan yang melibatkan tujuh anggota keluarga pada tahun 1994.
Adapun dari segi pendidikan, Reni merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1988. Setelah itu, ia ia melanjutkan studi masternya dengan menjadi mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).
9. Timboel Siregar, S.SI, SH, MM
Panelis selanjutnya, ada Timboel Siregar yang saat ini sedang aktif menjabat Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI). Selain itu, dirinya juga tengah menduduki posisi Koordinator Advokasi BPJS Watch.
10. Tolhas Damanik, M.Ed
Tolhas Damanik merupakan Penasihat Hak Disabilitas pada General Election Network for Disability Access (AGENDA). Pria penyandang tuna netra asal Bangka Belitung ini juga dikenal publik sebagai aktivis disabilitas.
Ia sempat bersekolah di tempat yang bukan untuk siswa berkebutuhan khusus karena saat itu di daerahnya belum ada. Lalu, ia diberikan beasiswa dan berhasil lulus studi S2 Konseling di Ohio University, Amerika Serikat.
11. Drs. Tukiman Tarunasayoga MS, Ph.D.
Drs. Tukiman adalah Dosen Program S2 Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ia juga aktif menjadi Dosen Program S3 Ilmu Lingkungan Universitas Katolik Soegijapranata yang ada di Semarang.
Sebelumnya, ia diketahui pernah menjadi anggota DPD Jateng pada 2004 lalu. Di sisi lain, Drs. Tukiman bersama rekannya kerap menulis buku berjudul 'Pendidikan Nasional Dalam Reformasi Politik Dan Kemasyarakatan’.
12. Prof. Vina Adriany, M.Ed, Ph.D.
Prof. Vina Adriany merupakan Guru Besar di bidang PAUD dan Gender, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia sempat mengenyam studi S1 Psikologi di International Islamic University Malaysia dalam periode 1995-2000.
Setelah itu, ia melanjutkannya ke Fakultas Pendidikan di kampus yang sama. Sementara jenjang S3-nya, Prof. Vina ambil di Lancaster University, Inggris. Program ini dimulai pada tahun 2009 dan ia dinyatakan lulus pada 2013.
Ia pernah menjadi Kepala Departemen PAUD, Sekolah Pascasarjana, UPI, Asisten Pengajar Departemen Riset Pendidikan, Lancaster University dan Asisten Peneliti, Fakultas Pendidikan Universitas Islam Internasional Malaysia.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Tak Melarang Pendukungnya Terima Uang 'Serangan Fajar', Prabowo: Tapi Pilihnya Tetap Pakai Hati Nurani
-
Plong di Jumat Berkah, Mahfud MD Gamang Selama 3,5 Bulan, Netizen: Traktir JCO Dong Pak
-
Sejarah Pasar Kemiri Muka yang Dikunjungi Gibran: Pernah Bikin Pemkot Depok Digugat
-
Blak-blakan! Mahfud Ungkap Terjadi Konflik Kepentingan Jadi Cawapres Merangkap Menteri
-
Profil Andromeda Mercury, Moderator Debat Capres Terakhir Punya Karier Moncer
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024