Suara.com - Calon presiden nomor urut 01, Anies Baswedan, menanggapi sejumlah pihak yang menyatakan bahwa akademisi tidak perlu berpolitik. Mengingat belakangan ini, marak universitas yang mengkritisi pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Menurut Anies, dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, justru akademisi memegang peranan penting. Di tengah masyarakat yang kala itu buta huruf, kaum terdidik menjadi garda terdepan perubahan.
"Dalam sejarah perjalanan Indonesia, masyarakat intelektual selalu menjadi garda terdepan perubahan. Yang mendirikan republik ini adalah orang-orang yang bersekolah, di saat 95 persen penduduk buta huruf," ujarnya pada wartawan di Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Anies lantas mencontohkan, salah satu bukti keterlibatan kaum intelektual dalam kemerdekaan Indonesia ialah dengan menjadi anggota BPUPKI.
Karena itulah, Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini menilai bahwa sah-sah saja jika akademisi membicarakan soal kondisi politik di Indonesia. Ini, menurutnya, sama saja seperi membicarakan kondisi ekonomi dan sosial.
Lebih lanjut, Anies menegaskan bahwa apa yang disampaikan para akademisi ini bukan berarti mereka menjadi bagian dari politik kepartaian atau kepemiluan. Mereka, kata dia, tetaplah pihak yang netral.
"Justru ketika ada masalah dan kampus diam, malah kebebasan berekspresi terganggu. Tapi ketika mereka mengungkapkan pandangannya, menurut saya itu adalah wujud tanggung jawab konstitusional," tutupnya.
Berita Terkait
-
Sudah Dimulai, Berikut Daftar 12 Panelis Debat Capres Terakhir Pilpres 2024
-
Anies Harus Jalan Kaki ke Lokasi Kampanye gegara Terjebak Macet, Jaraknya Jadi Sorotan
-
Tiga Pasangan Calon Tiba di JCC Senayan, Para Capres Siap Jalani Debat Pamungkas
-
Kampanye di Cikarang, Airlangga Optimistis Prabowo-Gibran Menang Lebih dari 50 Persen di Jawa Barat
-
Emil Dardak Pede Prabowo-Gibran Menang Tebal di Jember
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024