Suara.com - Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU RI kerap bermasalah sejak awal implementasinya pada Pemilu tahun 2024 yang Rabu, 14 Februari 2024 lalu.
Hal ini pun memicu banyaknya kecurigaan dari banyak pihak soal sistem yang digunakan dalam aplikasi tersebut lantaran ketidaksesuaian data yang tampil di Sirekap dengan data di lapangan.
Berbagai laporan tentang kesalahan dan ketidaksesuaian data ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan di masyarakat. KPU RI pun diminta bertanggungjawab atas kesalahan yang terjadi di Sirekap saat ini hingga semua sistem pulih kembali.
Lalu, apa saja kejanggalan yang terjadi selama implementasi Sirekap? Simak inilah selengkapnya.
1. Pemindai data salah hingga selisih besar
Dalam berbagai video yang beredar di Tiktok, sistem pemindai data yang digunakan Sirekap oleh petugas KPPS Pemilu 2024 yang tersebar di seluruh Indonesia terkadang mengalami error hingga membuat selisih yang besar dibanding data di lapangan.
Hal ini pun terungkap di salah satu TPS di Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Data di lapangan yang menunjukkan hasil pemungutan suara paslon nomor urut 2 Prabowo - Gibran meraih 120 suara, namun Sirekap memindai data salah hingga muncul angka 880 suara.
Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua KPU Kepulauan Riau, Indrawan Susilo.
"Sirekap KPU ini pembacaannya tidak sempurna. Jadi teman-teman PPK yang membetulkan, lalu nanti akan dicocokkan formulir C salinan yang dipegang saksi. Nanti C hasil Plano itu akan menjadi rujukan, jika tercatat di Sirekap salah maka akan dibetulkan," kata Indrawan Susilo Prabowoadi pada Jumat (16/02/2024) lalu.
Baca Juga: Real Count KPU Sempat Macet, KPU Akui Sedang Perbaiki Data Agar Akurat
Indrawan pun mengaku sistem Sirekap ini terkadang salah membaca data yang ditulis tangan. "Kadang angka 0 itu dibaca delapan. Begitu juga angka 6 dibaca sebagai angka 8. Makanya data Sirekap seperti itu harus kita koreksi atau perbaiki," ujarnya.
2. Penghitungan suara ditunda karena error
Bukan hanya pemindai dan pembacaan data yang salah, Sirekap pun sempat mengalami eror sejak Minggu (18/02/2024) kemarin. Hal ini membuat beberapa TPS di Gianyar, Bali harus menunda penghitungan suara karena Sirekap belum bisa digunakan.
Menurut pengakuan anggota TPS Blahbatuh Gianyar Made Artawa, tim IT Sirekap sedang melakukan pembersihan dan pembaharuan sistem hingga hari ini, Senin (19/02/2024) dan baru bisa digunakan pada Selasa (20/02/2024) esok hari.
"Pekerjaan kami sedang lancar-lancarnya tapi tiba tiba aplikasi error dan pekerjaan terpaksa ditunda. Akhirnya kami dapat informasi dari KPU Kabupaten kalau aplikasi bermasalah dan proses rekap semua diskor di seluruh kecamatan di Gianyar," ungkap Artawa.
Penundaan penghitungan suara ini pun berdampak pada 12 TPS di Gianyar hingga para petugas harus menjadwalkan ulang rekapitulasi suara yang terkumpul.
Berita Terkait
-
Beredar Surat Pemberhentian Rekapitulasi Suara, Said Didu Sebut KPU Berupaya Merekayasa Hasil Pemilu
-
PKS Belum Kepikiran Jadi Oposisi Pemerintah Setelah Pemilu 2024: Ojo Kesusu
-
Prabowo-Gibran Unggul Jauh di Real Count KPU, Abu Janda Tagih Janji Denny Siregar
-
Real Count KPU Sempat Macet, KPU Akui Sedang Perbaiki Data Agar Akurat
-
Mahfud Rapat Terbatas Bareng TPN, Bentuk Tim Hukum Khusus Perkarakan Pemilu 2024
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara
-
ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar
-
Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet
-
Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari
-
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
-
Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong
-
Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita
-
Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi