Suara.com - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat atau JPPR mendesak agar pelaksanan Pemilu serentak 2024 didesain ulang. Hal itu menyusul berulangnya petugas pelaksana Pemilu meninggal selama menjalani tugas.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan terdapat 57 petugas meninggal dunia selama proses pemilu hingga 16 Februari 2024. Sementara pada Pemilu 2019 terdapat 486 petugas Pemilu yang meninggal dunia.
"Desain pemilu serentak kita bermasalah dan memberatkan petugas pemilu di lapangan. Semua pihak lagi-lagi harus berupaya untuk mendesain agar pemilu 5 kotak suara ini di konsep ulang. Sudah 2 pemilu dilakukan dan masih saja ada korban. Jangan ada yang menganggap remeh persoalan kemanusiaan ini," kata Koordinator JPPR Nurlia Dian Paramita kepada Suara.com, Senin (19/2/2024).
Pelaksanaan Pemilu 2024 yang dilaksanakan pada tahun ini, dengan pemilihan presiden, DPR kabupaten/kota, DPRD, DPR dan DPD menurutnya didesain mereka yang memiliki perspektif elitis.
"Bukan mereka yang pernah merasakan beban kerja menjadi petugas KPPS dibawah. Gagasan dan konsepsi bernegara jangan dijadikan sebagai alat gaya-gayaan saja," tegasnya.
"Siapapun yang ikut berkontribusi dalam mendorong desain pemilu serentak ini harus lebih ekstra minimal untuk mengembalikan desain pemilu sebelumnya, atau bahkan me-redesain lagi dengan memperhatikan aspek beban kerja petugas pemilu. Bukan hanya teoritis belaka," sambungnya.
KPU akan Lakukan Pendataan
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Idham Holik menyatakan akan mendata petugas Pemilu yang meninggal dunia.
"Kami memang telah mendapatkan informasi dari berbagai daerah, ada beberapa anggota KPPS yang wafat ya," kata Idham di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).
Baca Juga: Petugas TPS Kramat Jati Meninggal usai Dikerokin Istri, Ternyata Punya Riwayat Penyakit Ini
Disebutnya KPU masih melakukan pendataan seperti nama, lokasi, dan penyebab meninggal. Idham memastikan KPU akan mengumumkan kepada publik perihal data para petugas KPPS yang meninggal dunia.
"Itu nanti secara resmi KPU akan sampaikan kepada publik," ucap Idham.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024