Suara.com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengemukakan efek Jokowi alias Jokowi Effect tidak selalu memberikan dampak elektoral pada partai pendukungnya. Padahal PSI yang paling gencar berkampanye membawa nama Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Direktur Riset SMRC, Deni Irvani menyebut hal ini diketahui berdasarkan exit poll yang dilakukan SMRC pada Pemilu 14 Februari 2024 lalu.
"Efek Jokowi tidak terlihat signifikan pada perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI)," ujar Deni kepada wartawan, Kamis (22/4/2024).
Meski dipimpin oleh putra Jokowi, Kaesang Pangarep, PSI tidak mampu menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi.
"PSI hanya menarik tiga persen dari pemilih yang puas dengan Jokowi," ucapnya.
Justru, partai yang belakangan menjelang Pemilu bertentangan dengan Jokowi, PDIP disebut Deni masih menerima dampak positif tertinggi ketimbang partai lainnya.
"Partai yang paling banyak menarik pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi adalah PDI Perjuangan 19 persen," ucapnya.
"Selanjutnya Gerindra 15 persen, Golkar 15 persen, PKB 10 persen, Demokrat 8 persen, NasDem 8 persen, PAN 7 persen, dan PPP 4 persen," tuturnya.
Sementara itu, populasi dari quick count SMRC ini adalah seluruh suara sah yang tersebar di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) secara nasional 820.161 TPS. Sampel dipilih dengan metode Stratified Systematic Cluster Random Sampling dari populasi tersebut.
Baca Juga: PDIP hingga Timnas AMIN Tolak Hasil Sirekap, KPU Pastikan Hasil Pemilu Dihitung Secara Berjenjang
Adapun populasi exit poll adalah seluruh pemilih yang datang ke TPS saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Sampel dipilih dengan metode Stratified Systematic Two-stage Random Sampling.
Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka dengan total responden yang diwawancarai adalah sebanyak 3.715 orang (response rate 92,9 persen). Margin of error exit poll diperkirakan sekitar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Deadline Lewat! Proyek Jalan di Situbondo Sisakan Lubang Utang Rp931 Juta
-
Viral di Medsos, Wanita Asal Ciamis Diamankan Polisi Usai Diduga Unggah Konten Ajakan Demo
-
Bulog Perluas Penyaluran Beras Premium ke Ritel Modern, Jaga Ketersediaan Pasokan
-
Aturan Baru Pinjol, Data Nasabah Tidak Boleh Dijual dan Dibeli
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar