Suara.com - The Indonesian Institute (TII) menyebut Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal mengantisipasi permasalahan dalam penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).
Manajer Riset dan Program TII Arfianto Purbolaksono menilai, penggunaan Sirekap menuai banyak kritik karena KPU tak siap mengantisipasi masalah dalam implementasi keterbukaan data pemilu, termasuk dengan menggunakan Sirekap.
Menurutnya, Sirekap memiliki tujuan yang baik yaitu sebagai upaya keterbukaan data pemilu. Arfianto juga menilai hal itu menjadi penting untuk memperkuat integritas pemilu.
"Akan tetapi, persoalan masih lemahnya sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur seharusnya dapat ditanggulangi oleh KPU jauh sebelum implementasi Sirekap pada Pemilu 2024 ini,” kata Arfianto dalam pernyataannya, Kamis (29/2/2024).
Lebih lanjut, dia menegaskan KPU seharusnya serius dalam mengimplementasikan Sirekap dengan memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis yang baik kepada petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sehingga bisa meminimalisir persoalan teknis di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Chief Technology Office (CTO) dari Dattabot Imron Zuhri menambahkan bahwa Sirekap sebetulnya bukan aplikasi yang rumit dan permasalahan yang dihadapi juga bukan permasalahan yang baru.
Terlebih, kata dia, KPU pernah melakukan evaluasi terhadap penggunaan Sirekap pada 2020 sehingga hal-hal seperti ini bisa diantisipasi.
“KPU seharusnya dapat transparan dan membuka seluas-luasnya kepada publik terkait persoalan teknis dari penggunaan Sirekap. Hal ini penting agar kita semua dapat memberikan masukkan kepada KPU untuk perbaikan Sirekap ke depannya,” ujar Imran.
Baca Juga: Sikap Resmi! Partai Perindo Minta Pemilu 2024 Diulang karena Sirekap KPU Penuh Masalah
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024