Suara.com - Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam perolehan suara Pilpres 2024 untuk wilayah Jawa Tengah.
Tak mau langsung puas, Gibran meminta seluruh pihak untuk menunggu sampai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkannya secara resmi.
Baca Juga:
Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Gibran Banjir Panggilan 'Mas Wapres'
Momen Erina Gudono Panik Kaesang Bocorkan Mau Maju Bupati Sleman
Adapun pengumuman resmi terkait rekapitulasi suara nasional akan disampaikan KPU pada akhir Maret 2024.
"Kita tunggu sampai tanggal 20 Maret saja," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/3/2024).
Gibran juga menekankan, penghitungan suara untuk Pilpres 2024 masih dilakukan oleh pihak KPU.
Baca Juga: Alasan KPU Soal Rekap Suara Daerah Lewati Tenggat Waktu: Kadang-kadang Macet Di Bawah
Lagi-lagi ia mengingatkan masyarakat untuk menunggu hasil akhirnya.
"Belum selesai semuanya, ditunggu saja," ungkapnya.
Rekapitulasi Suara
Hasil rekapitulasi suara di Jawa Tengah yang memiliki basis pemilih PDIP dalam jumlah besar menunjukkan suara yang didapatkan Prabowo-Gibran mencapai 12 juta suara (12.096.454).
Di posisi kedua, terdapat pasangan calon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud yang salah satu partai politik pengusungnya adalah PDIP. Mereka mendapatkan suara sebanyak 7.827.335.
Kemudian, pasangan calon nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar berada di posisi terakhir dengan perolehan suara sebanyak 2.866.373.
Adapun jumlah surat suara sah di Jawa Tengah untuk Pilpres 2024 sebanyak 22.790.162 dan surat suara tidak sah ialah 685.649.
Hasil rekapitulasi yang disampaikan oleh KPU Jawa Tengah itu diterima oleh semua peserta rapat pleno dan disahkan oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari.
"Bismillah sah," kata Hasyim di ruang sidang KPU, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2024) diikuti dengan ketukan palu satu kali.
Tag
Berita Terkait
-
Gus Miftah Ungkap Faktor X yang Bikin Suara Ganjar Kayak HP Lowbat
-
Anies Belum Ngaku Kalah Pilpres 2024, Mantan Anak Buah Bongkar Penyebabnya
-
Alasan KPU Soal Rekap Suara Daerah Lewati Tenggat Waktu: Kadang-kadang Macet Di Bawah
-
Teddy Gusnaidi Singgung Kubu Anies-Ganjar soal Pilpres 2024: Mereka Memang Kalah, Sibuk Menarasikan Curang
-
Adu Gaya Modis Gibran dengan Selvi Ananda saat Sambangi Restoran Raffi Ahmad di Paris
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya