Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim, kembali buka suara terkait peluang Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang didorong bertemu demi pengguliran hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Hermawi mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala Surya Paloh belum juga bertemu dengan Megawati.
Baca Juga:
Mantan Istri Dedi Mulyadi Bagikan Momen Persiapkan Menu Buka Puasa Pertama: Bareng Suami Baru
Kunjungi Sumbar Siang Ini, Anies Baswedan Lakukan Sejumlah Agenda
Kantor hingga Rumah Digeledah, Uang Puluhan Miliar Milik Crazy Rich Helena Lim Disita Kejagung
Menurutnya, belum ada urgensi mendesak yang mendorong Surya Paloh harus bertemu Megawati.
"Mungkin urgensinya belum ketemu. Belum kita tahu kita, kita nggak tahu kendalanya apa, mungkin orangnya belum mood," kata Hermawi di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (16/3/2024).
Kendati begitu, ia mengatakan, jika ketum parpolnya selalu dalam keadaan siap untuk menjalin silaturahmi atau pertemuan.
"Kalau pak Surya itu penting atau tidak penting beliau membuka diri siap bersilaturahmi dengan siapapun dan dimanapun. Dengan Ibu Mega, dengan siapa siapa kita nggak bicara orang, tapi silaturahmi kebangsaan tema sentral Partai NasDem," ungkapnya.
Ia menegaskan, jika Surya Paloh selalu dalam kondisi stand by. Ia mengatakan, ketum parpolnya itu juga tidak pernah untuk menolak pertemuan.
"Saya tahu ada bebrapa pihak yang mengupayakan dan mengomunikasikan pertemuan, tapi nanti kita lihat saja. kalau kita posisi stand by. Pak Surya tidak pernah menolak orang. Minggu lalu malah ada parlemen dari Timor timor. kita terima di sini," pungkasnya.
Sebelumnya, kritikus politik, Faizal Assegaf mengatakan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri harus segera bertemu guna membahas mengenai wacana hak angket dugaan kecurangan pemilu 2024.
Hak angket adalah hak konstitusional yang bisa digunakan partai politik (parpol) yang ada di DPR RI.
"Angket ini hak konstitusi rakyat yang disalurkan lewat partai-partai yang mau berdiri bersama rakyat, yaitu empat partai, PDIP, PKB, PKS, dan NasDem," kata kritikus politik Faizal Assegaf, sebagaimana dilihat dari video yang diunggah di X (Twitter) @Mdy_Asmara1701, dikutip penulis pada Selasa (27/2/2024).
Apabila ada pihak-pihak yang tak setuju bergulirnya hak angket dan menganggap pemilu 2024 berjalan secara baik dan adil, Faizal meminta partai-partai itu tak usah gusar menanggapi wacana hak angket.
"Mereka yang mungkin menganggap pemilu ini tidak curang, negara ini baik-baik saja, saya kira nggak usah tanggapi (wacana hak angket)," kata Faizal Assegaf.
Faizal lantas meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk tegas bersuara mendukung wacana hak angket ini, seperti yang dilakukan Surya Paloh.
Berita Terkait
-
KPU Beberkan Penyebab Wilayah Papua Belum Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional
-
Bersaing di Dapil Sumut I, Yassona Laoly, Meutya Hafid, Hingga Prananda Surya Paloh Dapat Kursi DPR RI
-
KPU Pede, Rekapitulasi Suara Rampung Sebelum 20 Maret 2024
-
Dapat Jatah Pimpinan DPRD DKI Jakarta 2024-2029, NasDem Ingin Awasi RUU DKJ
-
Sekjen PKS: Kalau Tidak Ada Oposisi terhadap Pemerintah Apa Gak Malu di Mata Dunia?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan