Suara.com - Bahlil Lahadalia membantah anggapan ada intervensi pemerintah demi memuluskan jalannnya menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029. Bahlil mengeklaim dirinya bisa memegang pucuk pimpinan partai lantaran telah mengikuti proses secara fair, mulai pendaftaran hingga penetapan.
Diketahui, Bahlil menjadi pimpinan Partai Golkar usai partai berlambang beringin itu menggelar Musyawarah Nasional menyusul pengunduran diri Airlangga Hartarto sebagai ketum.
"Boleh ngecek. Enggak pernah saya meminta untuk teman atau siapapun kompetitior saya suruh mundur, gak ada. saya ikut aja. tapi memang kali ini yang lolos verifikasi cuma saya," kata Bahlil dalam konferensi pers usai terpilih sebagai ketum Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Bahlil menegaskan dirinya memenuhi syarat saat mendaftar sebagai calon ketua umum Partai Golkar. Terlebih Bahlil sudah mengantongi dukungan 30 persen dari total jumlah suara pemilih, yakni 469 suara.
"Tanyakan pada DPD II dan I. Mereka mungkin karena kali ini calon ketua umumnya dari DPD I ya kapan lagi kira-kira begitu. Jadi jangan menganggap bahwa semua bisa didesain oleh pemerintah, enggak benar itu," kata Bahlil.
Bahlil lantas mempertanyakan perihal anggapan intevensi dari tangan pemerintah terhadap pencalonan dirinya sebagai ketuk Partai Golkar.
"Intervensi pemerintah, intervensi yang mana? Mas dulu calon calon ketua umum Golkar yang sudah jadi dari Pak JK sampai Pak Airlangga enggak ada tuh istilah itu," ujar Bahlil.
"Apa karena kebetulan saja dia menteri kemudian dibilang intervensi? Ngga ada itu intervensi. Jadi gak ada," sambungnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Bahlil Lahadalia Resmi Jabat Ketum Golkar!
Berita Terkait
-
Bahlil Bantah Isu Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina Golkar: Tapi Kalau Benar Terjadi, Paten Barang Itu
-
BREAKING NEWS: Bahlil Lahadalia Resmi Jabat Ketum Golkar!
-
Dalih Sibuk Rapimnas hingga Tak Tahu Kabar Diperiksa Kejagung, Golkar Berharap Airlangga Tak Terjerat Kasus CPO
-
Ancang-ancang jadi Ketum Baru, Bahlil Lahadalia Bakal Ucapan Ini di Depan Para Kader Golkar Besok
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024