Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Djuanda, Gotfridus Goris Seran menyoroti koalisi indonesia maju (KIM) Plus atau koalisi gemuk di Pilkada Bogor, Jawa Barat 2024.
Hampir semua partai politik di Kabupaten Bogor mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi alias Jaro Ade, terkecuali PDIP yang memiliki jagoannya sendiri yakni Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman.
Seran sapaan akrabnya melihat, saat ini semua partai pengusung Rudy-Ade di Pilbup Bogor belum sepenuhnya solid.
Meski ada belasan partai yang secara resmi mendukung pasangan ini, hingga kini gerakan sosialisasi yang diinisiasi partai pengusung terbilang masih sangat minim.
Kurangnya keseriusan partai-partai koalisi dalam mendukung Rudy-Jaro kata dia, bisa jadi disebabkan oleh besarnya koalisi itu sendiri bersifat sangat pragmatis.
“Koalisi besar ini ibarat kerumunan, sifatnya lebih pragmatis. Jika dilihat dari sisi ideologi, partai-partai yang tergabung sangat beragam dari Gerindra yang berhaluan nasionalis hingga PKS yang berbasis Islamis,” katanya belum lama ini kepada wartawan.
Seran menambahkan, karena koalisi bersifat pragmatis dan beragam secara ideologis, tidak ada nilai ideologis yang benar-benar mengikat di antara partai-partai pendukung Rudy-Jaro. Hal ini, menurutnya, membuat koalisi tersebut longgar dan tidak efektif.
“Karena sifatnya kerumunan dan pragmatis, tidak ada nilai ideologis yang mengikat, maka koalisi jadi longgar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Seran menilai bahwa meski ada asumsi bahwa semakin banyak partai yang tergabung dalam koalisi, semakin besar pula basis elektoral yang dapat diraih, namun hal itu belum tentu terjadi.
“Anggapan ini masih harus dibuktikan pada 27 November saat pemungutan suara. Setiap konstituen partai memiliki preferensi elektoral masing-masing. Pertanyaannya, apakah koalisi besar ini akan memberikan insentif elektoral bagi Rudy-Ade? Tentu akan diuji nanti,” pungkasnya.
Baca Juga: Warga Puncak Bogor Murka, Oknum ASN dan DPRD Diduga Tipu Pedagang, Janji Izin Tapi Digusur, Kini...
Seperti diketahui, Pasangan Rudy Susmanto-Ade Ruhandi diusung 17 partai politik peserta Pemilu, yakni Partai Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PPP, PKB, NasDem, PAN dan semua partai non parlemen.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024