Suara.com - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun dikritik keras oleh epidemiolog Universitas Indonesia Syahrizal Syarif atas ucapannya yang menyebut WHO sudah siapkan senjata biologis untuk kembali terjadi pandemi. Syahrizal menegaskan bahwa ucapan seperti itu nampak omong kosong dan seharusnya tidak layak dikatakan oleh seorang calon gubernur.
Sikap Dharma yang masih menganggap pandemi Covid-19 juga buatan WHO, dinilai Syahrizal juga sebagai tindakan anti sains.
"Orang yang berpandangan seperti itu artinya anti-sains, menurut saya enggak pantas lah jadi calon gubernur ngomong seperti itu, itu enggak pantas banget," kata Syahrizal saat dihubungi Suara.com, Senin (18/11/2024).
Dia menjelaskan bahwa dalam ilmu epidemiolog, setiap oenyakit yang menyebar di masyarakat pasti diteliti berdasarkan basis data dan secara saintific. Termasuk juga saat pandemi Covid-19 terjadi. Riwayat munculnya penyakit tersebut hingga penularannya secara global bisa ditelusuri secara pasti.
Syahrizal menegaskan bahwa Covid-19 telah dilaporkan sebagai unknown pneumonia pada akhir tahun 2019.
"Kami juga mengetahui proses bagaimana dia menyebar dan sebagainya, jadi kalau dibilang itu adalah konspirasi, omong kosong. Lalu kemudian WHO juga sudah memberikan kesempatan kepada tim WHO, bahkan tim CDC untuk masuk ke Cina, pemerintah Cina membuka diri untuk mengecek apakah sumber penularan itu terkait dengan kebocoran di laboratorium apa tidak, dan sudah dibuktikan tidak ada kebocoran di laboratorium," tuturnya.
Tuding WHO Bikin Pandemi Baru
Sebelumnya, Dharma menyebutkan kalau WHO saat ini sudah membuat peraturan kesehatan internasional sebagai kesiapan adanya pandemi baru. Tudingan tersebut disampaikan saat debat terakhir Pilkada Jakarta 2024 pada Minggu (17/11) malam.
"Tanda-tanda sudah sangat jelas, anggaran sudah ada. WHO sudah amandemen International Health Regulations, memungkingkan penggunaan bio weapon untuk membuat pandemi,” kata Dharma.
Dia juga menyinggung Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang mengatur sanksi bagi individu maupun perusahaan yang menolak vaksinasi.
Berita Terkait
-
Sebut WHO Rancang Pandemi Baru, Epidemiolog UI Tepis Ucapan Dharma Pongrekun: Itu Omong Kosong
-
Warga Miskin di Jakarta Masih Beli Air Bersih Pakai Jeriken, RK Ungkit Nama Mantan Menteri PUPR Basuki, Kenapa?
-
Ungkit Agenda Terselubung WHO di Debat Pilkada, Dharma Pongrekun: Ada Potensi Bio Weapon Ciptakan Pandemi
-
Acuhkan Lembaga Survei karena Berbayar, Dharma-Kun Lebih Percaya Pooling Netizen: Elektabilitas Kami 68 Persen
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026