Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI fraksi PDIP, Aria Bima mengkritik soal endorsement atau dukungan dari pusat untuk para calon kepala daerah (cakada) yang bertarung di Pilkada 2024. Menurutnya, ke depan hal itu tak perlu lagi dilakukan.
Hal itu disampaikan Aria dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI bersama KPU RI, Bawaslu, dan Wamendagri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Ia menjelaskan, jika sebenarnya motivasi dalam melakukan Pilkada itu adalah bagaimana rakyat ini berkehendak baik untuk memilih pemimpinnya.
"Jadi endoser, endoser orang pusat ini enggak terlalu penting," tegasnya.
Ia justru menyarankan lebih baik para calon kepala daerah didukung oleh rakyat kecil seperti misalnya para tukang becak.
"Mendingan didukung persatuan tukang becak di kota kabupaten tersebut kan lebih bagus atau paguyuban tukang bakso lebih bagus daripada didukung atau di-endorse oleh presiden RI ke 5, ke 6, ke 7, enggak penting itu," katanya.
Ia menegaskan jika tujuan bersama dalam Pemilu adalah bagaimana rakyat itu berpartisipasi untuk memilih pemimpinnya. Maka dari itu, kata dia, adanya netralitas sangat penting dilakukan.
"Dan kami melihat perlu netralitas, penting ini pak," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Punya Gelar 'Gus' tapi Niradab, Sosiolog 'Ceramahi' Gus Miftah Pakai Ayat Alquran usai Sindir Nasib Penjual Es Teh
-
Kini Ditantang Jualan Es Teh Keliling, Masa Lalu Gus Miftah Dikuliti Netizen: Dulunya Susah, Senang Lupa Diri
-
Dihina Gus Miftah saat Dagangan Belum Laku, Sunhaji Bapak Penjual Es Teh: Saya Sakit Hati!
-
Ancang-ancang jika Paslon Lain Tolak Hasil Pilkada Jakarta, Cak Lontong Ngaku Pramono-Rano Siap Hadapi Gugatan di MK
-
Sebut Rendahnya Pemilih Bukan Cuma di Jakarta, Kubu Pramono-Rano Tepis Isu Konspirasi: Itu Mengada-ada
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok
-
Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK
-
Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik
-
Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur
-
Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano
-
MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam
-
Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu
-
Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire
-
Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK
-
Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024