Pengamat Politik, Jhon Sitorus buka suara terkait dengan penurunan elektabilitas yang dialami sosok dari Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Dirinya mengatakan hal ini terjadi karena belum solidnya koalisi yang mengusung mantan menteri pendidikan tersebut, apalagi sekarang tengah berebut kursi calon wakil presiden (cawapres) dari Anies.
Namun menurutnya hal ini bukan serta merta salah dari Koalisi Perubahan. Salah satu faktor yang menurutnya adalah blunder besar adalah kecenderungan pilih-pilih kampanye dari Anies.
"Sebetulnya masalah ini bukan karena kontribusi PKS dan Demokrat saja Tetapi juga Nasdem, cenderung memaksa Abas mengkampanyekan Nasdem saja," cuitnya dalam akun twitter pribadinya @Miduk17, dikutip Suara Liberte, Rabu (14/6/2023).
Partai NasDem menurutnya berusaha untuk mencari dukungan lagi setelah kehilangan konstituen akibat pengusungan dari Anies. Namun efeknya adalah kecemburuan dari PKS dan Demokrat.
"Bagai gali lubang tutup lubang, Nasdem berupaya mencari konstituen karena kehilangan konstituen, efek pencalonan Abas," ungkapnya.
Jhon mengatakan pemilih dari mantan pejabat negara tersebut berasal dari kalangan islam dan bukan nasionalis. Hal inilah yang membuat sosok tersebut sulit memiliki elektabilitas tinggi.
Sebelumnya, Elite Nasdem Ahmad Ali mengatakan mitra koalisinya tidak serius menggaungkan Anies Baswedan selaku bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan.
Bahkan menurutnya, merekalah yang telah menyebabkan elektabilitas Anies Baswedan berada di urutan ketiga setelah bacapres lainnya, seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Timeline Asal Usul 'Utang' Negara Rp 800 Miliar kepada Jusuf Hamka
“Ya harusnya itu lah poin pertama (tidak maksimal sosialisasi Anies), harusnya itu lah uang menjadi (permasalahan) kita. Koalisi kan sudah terbentuk, di dalam koalisi ini yang disepakati itu hanya 1 poin, tentang capres,” ucapnya dikutip dari Tvonenews.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci