Narasi dalam video berjudul ‘Jusuf Hamka Ditangkap KPK, Ketahuan Korupsi Rp775 Miliar Proyek Jalan Tol’ mengarahkan penonton agar percaya bahwa pengusaha jalan tol bernama Jusuf Hamka telah melakukan korupsi.
Sebelumnya, Jusuf Hamka mengaku Pemerintah Indonesia memiliki utang padanya sebesar Rp800 miliar. Dia pun meminta pemerintah untuk membayar utang tersebut meski kepemimpinan berganti.
Video ini diunggah oleh akun youtube Kabar News 672 setelah Jusuf Hamka mempertanyakan uang yang tidak kunjung dibayarkan oleh pemerintah usai bekerja sama dengannya untuk membangun jalan tol.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail seorang lelaki yang memakai rompi orange (baju tahanan) sedang berjalan keluar gedung KPK.
Ia dikelilingi oleh anggota KPK dan kepolisian serta Presiden Jokowi yang berbaju putih turut berdiri di sampingnya.
Video itu pun disertai tulisan ‘Jusuf Hamka Ditangkap KPK, Ketahuan Korupsi Rp775 Miliar Proyek Jalan Tol’.
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, pengusaha Jusuf Hamka baru-baru ini menyebut pemerintah memiliki utang Rp800 miliar kepada PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Alasan Jusuf Hamka menagih hutang ratusan miliar ke pemerintah itu bermula dari CMNP yang mengaku memiliki deposito sebesar Rp78 miliar di Bank Yakin Makmur atau Bank Yama.
Jusuf Hamka lalu mengklaim bahwa dirinya tidak mendapatkan kembali uang deposito tersebut sejak krisis moneter 1998, kala Bank Yama dilikuidasi pemerintah.
Jadi, pada faktanya saat ini Jusuf Hamka lah yang menagih utang pemerintah padanya, bukan melakukan korupsi.
Kemudian setelah ditelusuri, video berdurasi delapan menit empat detik itu tidak menampilkan Jusuf Hamka sama sekali atau cuplikan dirinya yang ditangkap KPK karena melakukan korupsi.
Ditelusuri Turnbackhoax.id, thumbnail yang melihatkan Jusuf Hamka, polisi, anggota KPK hingga presiden Jokowi itu adalah rekayasa.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut tidak berhubungan dengan berita manapun.
KESIMPULAN
Video ‘Jusuf Hamka Ditangkap KPK, Ketahuan Korupsi Rp775 Miliar Proyek Jalan Tol’ yang diunggah akun youtube Kabar News 672 memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.
Berita Terkait
-
Soal Dugaan Korupsi Seret Mentan Syahrul Yasin Limpo, Benny Harman: Jangan Terus dari Kubu Oposisi yang Dikejar
-
Soal Mentan Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan Jadi Tersangka, Komisi III DPR Puji KPK: Luar Biasa!
-
Breaking News! Mentan Syahrul Yasin Limpo Dikabarkan Jadi Tersangka, Denny Siregar: NasDem Lagi, NasDem Lagi
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya