Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat mengatakan bahwa ada tiga macam kesenjangan sosial yang lahir dari kebijakan ekonomi nasional. Pada gilirannya, memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi.
Profesor Didin S. Damanhuri menyimpulkan bahwa pertumbuhan rata-rata ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo kurang berkualitas, mencapai 5,03% selama periode 2015-2019. Kualitas ini dinilai dari tiga indikator, pertama rincian laju pertumbuhan lapangan usaha, kedua komponen sisi pengeluaran, dan terakhir dampak pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Sebagai gambaran luas, Prof. Didin menjabarkan tiga model orientasi pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang. Dari sini akan terlihat ada di model mana pemerintah Indonesia menggunakannya untuk perekonomian nasional.
"Pertama model Orientasi Pembangunan Ekonomi (Growth Through Equity), yang digunakan Malaysia (1981-2003), Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan," paparnya dalam diskusi virtual, seperti dikutip Liberte Suara, Jumat (16/6/2023).
Model kedua, lanjut Prof. Didin, Pertumbuhan Ekonomi Bersama Pemerataan (Growth with Equity). Indonesia di masa Presiden Soeharto (1974-1978) pernah menggunakan model ini. Hasilnya pertumbuhan rata-rata ekonomi negara sebesar 7,5%.
Model ketiga adalah Orientasi Pertumbuhan Ekonomi at all Cost (GDP Oriented). Indonesia menggunakan model pembangunan ekonomi ini pertama di Era Reformasi (2000-2014) melalui privatisasi besar-besaran. Selanjutnya dipakai pemerintah Indonesia dalam praktik utang luar negeri dan infrastruktur fisik masif antara lain jalan tol, pelabuhan laut dan udara, dan transportasi umum publik berbasis rel, serta Ibu Kota Negara Nusantara, dan lain-lain.
Model GDP Oriented saat ini digunakan oleh Indonesia dan China. Prof. Didin mengatakan terdapat perbedaan antarkeduanya. China peran negara sangat kuat akibat pengaruh Partai Komunis China (PKC) yang kuat menjaga pemerataan dan pemberantasan korupsi. Sebaliknya, Indonesia justru memiliki peran negara sangat minimum.
Prof. Didin kemudian menyimpulkan pembangunan ekonomi GDP Oriented berdampak melahirkan tiga macam kesenjangan sosial. Pertama dalah kesenjangan antargolongan pendapatan antara lain, menurut Credit Suisse pada 2021, bahwa 1% orang terkaya sama dengan 46% seluruh penduduk Indonesia. Dan, 10% orang terkaya sama dengan 75,3% jumlah kekayaan seluruh penduduk.
Kedua adalah kesenjangan antarwilayah. Profesor ICMI memberikan satu dari sekian contoh yaitu sumbangsih Pulau Jawa terhadap kekayaan nasional, yang diukur dari PDB), mencapai 58,48%. Padahal luas pulau terpadat di Indonesia itu hanya sekitar 3% wilayah nasional.
Kesenjangan antarsektor menjadi model yang ketiga diutarakan Prof. Didin. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dihadapkan dengan usaha besar. Padahal kontribusi UMKM terhadap PDB tahun 2021 mencapai 63,34% dengan persentase 99,98% dari total usaha. Selain itu dari sisi kesempatan kerja, UMKM menyerap 96% angkatan kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Volume Kendaraan Tol Jakarta-Cikampek Melonjak Jelang 17 Agustus
-
BNPB Minta Warga Segera Laporkan Kerusakan Rumah Usai Gempa NTT
-
Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus
-
Gempa Dahsyat NTT, BMKG: Baru Terjadi Lagi Setelah 30 Tahun Silam
-
Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas
-
Deretan Sepeda Lipat Pacific Paling Populer, Cocok untuk Gowes Harian
-
Binance Perpanjang Airdrop RLUSD, Ini Cara Klaim 1 Juta XRP yang Dibagikan
-
Daftar Atlet Wakil Indonesia di BWF World Championship 2026
-
Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang
-
BNI Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan