/
Selasa, 20 Juni 2023 | 07:00 WIB
Jokowi Sebut Kena Covid Kudu Bayar Kalau Sudah Masuk Endemi, Demokrat: Oh Tujuannya Itu Toh? Kirain... (YouTube Sekretariat Presiden)

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal jangan salah memilih pemimpin.

Menurutnya, ucapan Jokowi merupakan sindiran terhadap salah satu calon presiden (capres) yang akan berkompetisi dalam pemilihan umum (pemilu) 2024. 

"Sepertinya, karena Pak Jokowi sering banget bertemu dengan Ganjar maupun Pak Prabowo, nama yg disebut Pak Jokowi itu menunjuk pada Anies Baswedan," kata Burhanuddin kepada KompasTV dikutip Liberte Suara, Selasa (20/6/2023).

Jika merujuk pada Anies, kata Burhanuddin, itu masih bisa dibantah pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

"Nah tentu pernyataan Pak Jokowi bisa disanggah oleh pendukung Anies Baswedan," ujar Burhanuddin.

Namun, terdapat pesan bahwa Presiden Jokowi menginginkan pendukungnya untuk memilih capres dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024 selain nama Anies.

"Pak Jokowi ingin memberikan kesan kepada pendukungnya, bahwa capres yg harus mereka pilih ya antara dua nama saja, Ganjar atau Prabowo," imbuhnya. 

"Nama yang lain dianggap tidak sesuai dengan Pak Jokowi selama ini," sambungnya.

Sebagai latar belakang, Presiden Jokowi sempat menyampaikan pesan kepada relawan Barisan Jokowi Presiden (Bara JP) untuk jangan salah memilih pemimpin.

Baca Juga: Enggak Cuma Majuin Kaesang, PSI Ternyata Niat Bersihkan "Noda" Senayan: Kami Lebih Keras, Lebih Tegas!

"Jangan salah memilih pemimpin. Karena keadaan dunia tidak normal. Global tidak normal. Geopolitiknya karena perang, juga geoekonominya bergeser," kata Jokowi dalam acara Satu Dekade Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Bogor, Minggu (18/6/2023).

Load More