/
Senin, 26 Juni 2023 | 13:26 WIB
Geisz Chalifah (YouTube/Indonesia Lawyers Club)

Mantan Komisaris Ancol, Geisz Chalifah, mengomentari puisi yang dibacakan seniman Butet Kartaredjasa yang diduga menyindir bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan.

Menanggapi hal tersebut, Geisz mengingatkan Butet pada sosok Harun Masiku yang hingga kini masih menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Harun Masiku merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP), partai politik tempat Butet membacakan puis yang diduga menyindir Anies itu.

“Eh Butet,  yang nyolong dana bansos itu bendahara partai , Yg kabur (diumpetin)  stlh nyolong namanya Harun Masiku yg bikin mencret Sekjen partai tempat lu pidato,” ujar Geisz, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @GeiszChalifah pada Senin (26/6/2023).

Geisz menyayangkan Butet yang justru memuja partai politik tersebut sementara Anies yang tak terbukti justru difitnah.

“Yang tukang Nyolong kau puja yg tak ada bukti kau fitnah. Butet kau tolol atau pander,” ujar loyalis Anies Baswedan ini.

Diketahui, Butet melontarkan pantun dalam acara peringatan Bulan Bung Karno yang diadakan PDIP pada Sabtu, 24 Juni 2023. Namun, pantun tersebut diduga untuk menyindir bakal calon presiden Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Berikut beberapa bait pantun yang diduga untuk menyindir Anies Baswedan:

Di sini semangat meneruskan, di sana maunya perubahan. Oh begitulah sebuah persaingan.

Baca Juga: PKS Minta Puisi Butet Tak Perlu Ditanggapi Berlebihan: Husnuzan Saja

Di sini nyebutnya banjir, di sana nyebutnya air yang markir. Ya, begitulah kalau otaknya pandir.

Pepes ikan dengan sambel terong, semakin nikmat tambah daging empal. Orangnya diteropong KPK karena nyolong, eh lha kok, koar-koar mau dijegal.

Load More