Eks Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali bersuara terkait dengan manuver cawe-cawe yang tengah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024.
Dia menyoroti bagaimana belum jelasnya maksud dari cawe-cawe sendiri ini. Pasalnya kepala negara itu tidak menyebutkan apa yang sebenarnya ia maksud dengan akan melakukan cawe-cawe sendiri.
SBY mengatakan ada beberapa kemungkinan arti dari cawe-cawe ini sendiri, setidaknya menurutnya ia melihat ada tiga kemungkinan apa maksud dari cawe-cawe ini.
Pertama, cawe-cawe dengan konotasi baik. SBY mengatakan bahwa kata tersebut berarti dia ingin membantu, dalam politik bisa menjadi isyarat bahwa ada manuver politis yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi, yakni memenangkan sosok dari Ganjar Pranowo.
Hal ini coba dikatakan oleh mantan presiden ini lewat sebuah contoh sederhana dalam kehidupan bermasyarakat, yakni ketika seorang membantu tetangganya.
"Di sebuah desa ada rumah yang kejatuhan pohon. Penghuninya nampak syok dan sangat bersedih. Tetangganya, Pak Budi, bilang sama istrinya: Bu, kasihan tetangga kita. Kita harus membantu. Aku tak cawe-cawe, untuk meringankan bebannya," ujarnya dalam sebuah buku berjudul "The Presiden Can Do No Wrong: Pilpres 2024 & Cawe-cawe Presiden Jokowi", dikutip Senin (26/6/2023).
Namun bisa juga cawe-cawe ini adalah kode bahwa orang nomor satu dalam pemerintahan itu ingin melakukan manuver politik tanpa dikendalikan orang lain. Hal ini terlihat dari gerakan politikus elite ini yang kerap memberikan kode-kode atau endorse kepada sejumlah elite politik. Bahkan satu waktu hal ini sempat menimbulkan ketegangan dengan kader dari PDI Perjuangan (PDIP).
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel