/
Selasa, 27 Juni 2023 | 10:34 WIB
Hasan Nasbi (YouTube)

Pengamat Politik Hasan Nasbi menyoroti PDI Perjuangan (PDIP) imbas puisi yang dibacakan oleh seniman Butet Kartaredjasa.

Diketahui, Butet melontarkan pantun dalam acara peringatan Bulan Bung Karno yang diadakan PDIP pada Sabtu, 24 Juni 2023.

Menurutnya, seandainya PDIP ingin menyampaikan pesan di acara bulan Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno tersebut, puisi yang dibacakan Butet bukan puisi yang tepat. Salah satu pesan yang bisa dikutip yaitu jas merah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah.

“Kalau kita mau menghayati pesan Bung Karno, ada pesan Bung Karno yang sering dikutip oleh juga orang-orang PDIP, jas merah jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujar Hasan Nasbi, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Selasa (27/6/2023).

Hasan Nasbi mengatakan pesan dalam puisi yang dibacakan merupakan pesan insinuatif dan penuh kebencian tetapi dibacakan di hadapan Megawati Soekarnoputri.

“Bayangkan coba Butet Kartaredjasa seorang budayawan menyampaikan pesan insinuatif dan penuh kebencian di depan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujarnya.

Bos Lembaga Survei Cyrus Network ini kemudian mengingatkan bahwa Prabowo yang diduga dihina melalui puisi tersebut bergandengan tangan bersama Megawati pada tahun 2009.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan kader pentolan PDIP juga mengangkat Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan.

Dan belakangan putra sulung Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka juga kerap bertemu dengan Prabowo. Oleh karena itu, puisi Butet lebih tepat disebut sebagai pesan kebencian.

Baca Juga: PSSI Rancang Laga Timnas Indonesia Lawan Portugal Sebelum Cristiano Ronaldo Pensiun

“Makanya saya sebut ini sebagai pesan kebencian dari seorang budayawan atau mungkin partai mau menyampaikan pesan nyilih tangan budayawan,” ujar Hasan Nasbi.

Berikut bait puisi yang diduga untuk menyindir Prabowo: Jagoan Pak Jokowi rambutnya putih, gigih bekerja sampai jungkir balik. Hati seluruh rakyat Indonesia pasti akan sedih jika kelak ada presiden hobinya kok menculik.

Load More