/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 12:34 WIB
Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Syekh Panji Gumilang.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang blak-blakan soal dana operasional Ponpesnya yang belakangan menjadi sorotan.

Panji mengakui bahwa Al Zaytun menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementerian Agama mencapai Rp4 miliar karena santrinya banyak terhitung hingga lebih dari 5 ribu orang.

Namun, diakuinya Al Zaytun tidak hanya mengandalkan dana tersebut karena tidak cukup untuk memenuhi keperluan operasional tahunan yang mencapai rp120 miliar.

"Kami sudah menerima Rp55 miliar selama 15 tahun. Kalau kita tidak pandai-pandai, mengandalkan BOS terus (2,74 persen dari total kebutuhan), bangkrut. Keperluan setahun hampir Rp120 miliar" ujar Panji Gumilang di tayangan Kick Andy Metro TV, dikutip Suara Liberte pada Jumat (30/6/2023).

Selain dana BOS Rp4 miliar, dana operasional Al Zaytun juga didapatkan dari penerimaan santri baru setiap tahunnya yang mencapai Rp39 milar. Namun, karena masih belum mencukupi kebutuhan operasional tahunan, Panji pun mencari dana dengan berbagai terobosan ekonomi.

"Itulah ekonomi. Mencari ikan, menanam padi, dan lain-lain. Kalau orang mengkalkulasi, memang pikirannya kecil. Jangan nanam sehektar, kalau memberikan dana untuk pendidikan, nanam 800 ha, kalau ada gagalnya, separuh dapat," jelasnya.

Oleh karena itu, Panji juga membantah ponpes yang dikelolanya menerima dana dari organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII).

Ia mengatakan dirinya mengikuti mazhab ekonomi ala Presiden pertama RI yaitu Soekarno dengan tidak memanggil investor asing.

"Bung Karno dulu mengatakan, kalau kita sudah merdeka, jangan kita memanggil investor asing dan menanam modal di tanah kita. Lebih baik kita berutang dan kita bayar. Asyik. Kita mandiri. Saya pegang. Jadi mazhab bukan agama, tapi cara Bung Karno," jelas Panji.

Baca Juga: Taksi Online di Batam Segera Diberi Izin Ambil Penumpanng di Bandara Hang Nadim

Load More