Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang blak-blakan soal dana operasional Ponpesnya yang belakangan menjadi sorotan.
Panji mengakui bahwa Al Zaytun menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementerian Agama mencapai Rp4 miliar karena santrinya banyak terhitung hingga lebih dari 5 ribu orang.
Namun, diakuinya Al Zaytun tidak hanya mengandalkan dana tersebut karena tidak cukup untuk memenuhi keperluan operasional tahunan yang mencapai rp120 miliar.
"Kami sudah menerima Rp55 miliar selama 15 tahun. Kalau kita tidak pandai-pandai, mengandalkan BOS terus (2,74 persen dari total kebutuhan), bangkrut. Keperluan setahun hampir Rp120 miliar" ujar Panji Gumilang di tayangan Kick Andy Metro TV, dikutip Suara Liberte pada Jumat (30/6/2023).
Selain dana BOS Rp4 miliar, dana operasional Al Zaytun juga didapatkan dari penerimaan santri baru setiap tahunnya yang mencapai Rp39 milar. Namun, karena masih belum mencukupi kebutuhan operasional tahunan, Panji pun mencari dana dengan berbagai terobosan ekonomi.
"Itulah ekonomi. Mencari ikan, menanam padi, dan lain-lain. Kalau orang mengkalkulasi, memang pikirannya kecil. Jangan nanam sehektar, kalau memberikan dana untuk pendidikan, nanam 800 ha, kalau ada gagalnya, separuh dapat," jelasnya.
Oleh karena itu, Panji juga membantah ponpes yang dikelolanya menerima dana dari organisasi terlarang Negara Islam Indonesia (NII).
Ia mengatakan dirinya mengikuti mazhab ekonomi ala Presiden pertama RI yaitu Soekarno dengan tidak memanggil investor asing.
"Bung Karno dulu mengatakan, kalau kita sudah merdeka, jangan kita memanggil investor asing dan menanam modal di tanah kita. Lebih baik kita berutang dan kita bayar. Asyik. Kita mandiri. Saya pegang. Jadi mazhab bukan agama, tapi cara Bung Karno," jelas Panji.
Baca Juga: Taksi Online di Batam Segera Diberi Izin Ambil Penumpanng di Bandara Hang Nadim
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci