/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 23:36 WIB
Prabowo Subianto (Suara.com/Alfian Winanto)

Bakal Calon Presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menanggapi soal kepribadiannya yang kerap dianggap diktator.

Bukan tanpa alasan, anggapan tersebut dikarenakan masa lalu Prabowo yang bisa dikatakan sebagai bagian dari Presiden Soeharto.

Menanggapi hal itu, diakui Prabowo bahwa kepribadiannya yang sebenarnya sangat lah lembut, bukan diktator seperti anggapan orang-orang selama ini.

“Jadi probowo yang asli itu sebenarnya lembut. Sangat lembut,” ujar Prabowo, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Mata Najwa pada Jumat (30/6/2023).

Presenter kondang Najwa Shihab yang mewawancarai Prabowo kemudian melemparkan candaan bahwa klaim seorang politisi biasanya bukan kenyataan yang sebenarnya.

Prabowo tak memungkiri banyak yang mengatakan hal demikian. “Aah banyak yang mengatakan itu,” canda Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Namun, secara implisit Prabowo menegaskan bahwa ucapannya adalah benar karena dirinya kurang pintar berpolitik sehingga kalah terus dalam kontestasi 5 tahunan.

Kontestasi yang dimaksud yaitu pemilihan presiden atau Pilpres. “Saya ini kurang politisi. Makanya saya kalah terus,” ujarnya.

Namun, pada Pilpres 2024 mendatang, Prabowo optimis menang karena dirinya sudah belajar lebih banyak soal politik.

Baca Juga: Gempa Susulan Terus Terjadi di Bantul, Kini Bermagnitudo 3,4

Adapun salah satu tokoh yang ia anggap sebagai guru dalam politik adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga pernah mengalahkannya sebanyak dua kali.

“Tapi kali ini insya Allah menang. Karena saya sudah belajar politik. Saya belajar dari Pak Jokowi yang mengalahkan saya. Berarti itu guru yang hebat. Iyakan. Udah santai saja,” ujar Prabowo.

Load More