- Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, merespons tajam penurunan IPK Indonesia 2025 menjadi 34, setara Nepal.
- Hasbi mendesak evaluasi total strategi pemberantasan korupsi, termasuk penguatan pencegahan KPK dan penegak hukum lain.
- DPR akan memperketat pengawasan serta menekankan pentingnya edukasi antikorupsi untuk kesadaran kolektif masyarakat.
Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, memberikan respons tajam terkait laporan Transparency International Indonesia (TII) yang menunjukkan kemerosotan tajam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun 2025.
Skor IPK Indonesia tercatat anjlok tiga poin menjadi 34, menempatkan Indonesia pada peringkat 109 dari 180 negara.
Penurunan ini membuat posisi Indonesia kini sejajar dengan sejumlah negara seperti Nepal, Aljazair, Laos, hingga Bosnia & Herzegovina.
Hasbiallah, yang akrab disapa Hasbi, menilai fakta ini sebagai tamparan keras bagi agenda pemberantasan korupsi di tanah air.
“Laporan yang disampaikan TII ini tidak bisa dianggap angin lalu. Skor 34 dan turunnya peringkat Indonesia menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Ini menunjukkan bahwa indeks persepsi korupsi kita masih sangat buruk, bahkan setara dengan Nepal,” ujar Hasbi kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).
Ia menegaskan, bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam melihat tren negatif ini. Ia mendesak adanya evaluasi total terhadap strategi yang selama ini digunakan oleh lembaga penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hasbi meminta KPK segera merumuskan langkah strategis yang tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan yang terintegrasi.
“KPK bersama penegak hukum lainnya harus menyusun road map yang jelas, dengan indikator kinerja yang konkret. Tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan secara sistematis,” tegasnya.
Selain perbaikan sistem dan regulasi, Hasbi juga menyoroti pentingnya membangun budaya antikorupsi di seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Saksi Sidang Korupsi Chromebook, Eks Ketua LKPP: Masih Terjadi Kemahalan Harga di E-Katalog
Menurutnya, edukasi masif menjadi kunci agar upaya pemberantasan korupsi mendapatkan dukungan kolektif.
“Sosialisasi dan pendidikan antikorupsi harus digencarkan, baik di lingkungan pemerintahan, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Tanpa kesadaran kolektif, upaya pemberantasan korupsi tidak akan efektif,” katanya.
Lebih lanjut, Hasbi memastikan Komisi III DPR RI akan memperketat fungsi pengawasan terhadap mitra kerja penegak hukum guna memastikan skor IPK Indonesia bisa membaik di masa mendatang melalui tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan transparan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
-
Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma
-
Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi
-
Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas
-
Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo
-
PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah
-
Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura