- PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) telah menyelesaikan divestasi penuh sahamnya di PT Arafura Surya Alam (ASA).
- Kepemilikan proyek tambang emas Doup di Sulawesi Utara beralih ke PT Danusa Tambang Nusantara (UNTR) pada 11 Februari 2026.
- Transaksi divestasi aset pertambangan emas strategis ini bernilai USD540 juta atau setara Rp8,8 triliun.
Suara.com - Langkah strategis diambil oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan merampungkan proses divestasi seluruh sahamnya di PT Arafura Surya Alam (ASA).
Pengelola proyek tambang emas Doup yang berlokasi di Sulawesi Utara tersebut kini resmi beralih kepemilikan kepada PT Danusa Tambang Nusantara, yang merupakan entitas usaha dari raksasa alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR).
Proses finalisasi transaksi besar ini dilakukan pada Rabu, 11 Februari 2026. Dengan selesainya kesepakatan ini, PSAB melalui anak usahanya, PT J Resources Nusantara (JRN), secara otomatis sudah tidak lagi memiliki porsi kepemilikan pada Arafura Surya Alam.
Akuisisi aset pertambangan emas ini bernilai fantastis, mencapai USD540 juta atau setara dengan kurang lebih Rp8,8 triliun. Hal yang menarik perhatian pasar adalah penyelesaian transaksi ini ternyata berjalan lebih cepat dari proyeksi sebelumnya.
"Transaksi telah sepenuhnya dituntaskan pada 11 Februari 2026," ujar Edi Permadi, Corporate Secretary J Resources Asia Pasifik, dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, sempat muncul skenario bahwa penyelesaian jual beli ini akan tertunda hingga 23 Maret 2026.
Namun, tim manajemen berhasil mempercepat proses sehingga transaksi hanya mengalami pergeseran sekitar 1,5 bulan dari target awal yang ditetapkan pada 23 Desember 2025.
Perjalanan pengalihan aset strategis ini bermula dari penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement) yang diteken pada 12 September 2025.
Kesepakatan tersebut mencakup seluruh kepemilikan saham di Arafura Surya Alam beserta hak pengelolaan proyek emas Doup.
Baca Juga: Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
Meski sempat melewati batas akhir penyelesaian awal di bulan Desember 2025, integrasi kedua perusahaan ini akhirnya mencapai titik final di awal kuartal pertama tahun 2026 ini.
Bagi PSAB, divestasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan dan memberikan likuiditas yang cukup untuk fokus pada pengembangan aset pertambangan lainnya.
Berita Terkait
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan, Investor Asing Resah
-
Kunjungi Istana, PM Albanese Diajak Prabowo Investasi Tambang Garap Nikel Hingga Emas
-
Bahlil Sedang Urus Tata Administrasi, Tambang Emas Martabe Mau di Nasionalisasi?
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Wacana WFH Sehari per Minggu, Purbaya Jamin Tak Ganggu Produktivitas
-
Bank Mandiri Telah Kucurkan KUR Rp 7,35 T ke UMKM Hingga Februari 2026
-
Penggunaan Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat Ongkos 70%, Ini Hitungannya
-
Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?
-
Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu
-
Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP
-
Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan
-
Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan
-
Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar
-
IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran