- Perselisihan muncul pada 10 Februari 2026 karena perbedaan klaim anggaran pembangunan kapal antara Menkeu Purbaya dan Menteri KKP Trenggono.
- Trenggono menyindir Purbaya di Instagram soal sumber dana kapal yang berasal dari pinjaman luar negeri Inggris.
- Konflik mereda pada 11 Februari 2026 setelah Purbaya mengklarifikasi dan kedua menteri tersebut menunjukkan kebersamaan.
Suara.com - Hubungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono sempat menjadi sorotan netizen.
Perselisihan ini mencuat terkait anggaran pembangunan kapal dan menjadi sorotan publik karena memperlihatkan adanya ketegangan terbuka antarmenteri di dalam kabinet.
Trenggono pun menyindir terkait anggaran pembangunan kapal tersebut melalui akun media sosial Instagram miliknya pada Selasa (10/2/2026).
Di sisi lain, saat dimintai tanggapan mengenai isu tersebut, Purbaya menyatakan bahwa persoalan itu bukan hal yang sulit baginya.
Ia menegaskan bahwa Trenggono adalah sahabatnya sehingga koordinasi dapat dilakukan dengan mudah pada Rabu (11/2/2026).
“Ah, gampang. Pak Menteri (Trenggono) kan sahabat saya juga, gampang,” ujarnya, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
Berikut fakta-fakta terkait perselisihan kedua Menteri Prabowo tersebut:
1. Pemicu Pernyataan Purbaya di Acara Kadin
Konflik bermula pada Selasa, 10 Februari 2026, saat Menkeu Purbaya menghadiri acara Revitalisasi Galangan Kapal yang diadakan Kadin Indonesia di Jakarta.
Baca Juga: Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
Purbaya mengaku heran karena para pengusaha galangan kapal mengeluh belum menerima pesanan (order) dari KKP, padahal ia mengklaim anggaran untuk pengadaan kapal sudah dikucurkan oleh Kementerian Keuangan.
“Uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?" ujar Purbaya dalam acara tersebut.
2. Respons Keras Trenggono di Instagram
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono tidak tinggal diam. Ia mengunggah tangkapan layar berita pernyataan Purbaya di akun Instagram pribadinya (@swtrenggono) dengan kalimat yang cukup tajam dan menantang pada Selasa (10/2/2026).
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana pembangunan kapal itu bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tulis Trenggono dalam keterangannya.
3. Perbedaan Data soal Sumber Dana
Inti perselisihan tersebut terletak pada perbedaan data mengenai status anggaran.
Menurut Purbaya, dana sudah dialokasikan atau “keluar” sehingga seharusnya proses pemesanan kapal ke industri lokal sudah berjalan.
Sedangkan menurut Trenggono, proyek pembangunan sekitar 1.500 kapal itu didanai melalui skema pinjaman luar negeri (Credit Export) dari pemerintah Inggris (UK) dan dananya memang belum cair atau masuk ke KKP untuk dibelanjakan.
4. Klarifikasi Purbaya dan Siap Bertemu Setelah Ribut
Sehari setelahnya pada Rabu (11/2/2026), Purbaya memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ia mengakui telah mengecek kembali dan membenarkan bahwa anggaran memang belum dikucurkan.
"Memang belum (kucuran dana)," ucap Purbaya.
Namun, ia tetap berpendapat bahwa KKP seharusnya tidak perlu menunggu anggaran cair total untuk memulai langkah pemesanan atau perencanaan di depan.
Ia menanggapi santai sindiran Trenggono dengan menyebut Trenggono sebagai "sahabat" dan mengatakan koordinasi akan dilakukan dengan mudah.
5. Berakhir dengan "Foto Damai"
Di hari yang sama setelah kegaduhan tersebut, Trenggono mengunggah foto dirinya sedang duduk bersama Purbaya dalam satu meja.
Ia menuliskan keterangan singkat yang menandakan masalah telah selesai dan mengunggahnya pada Rabu (11/2/2026).
"That's all folks, back to work ya " tulis Trenggono pada akun media sosial Instagram pribadinya, dikutip pada Kamis (12/2/2026).
6. Kritikan dari DPR dan Parpol
Meskipun berakhir damai, aksi saling sindir ini mendapat kritik keras dari berbagai pihak, termasuk politikus PKS, PKB, dan anggota DPR.
Mereka menilai kejadian ini sebagai tanda buruknya koordinasi internal kabinet dan seharusnya masalah anggaran diselesaikan dalam rapat kabinet, bukan dipamerkan di media sosial yang bisa menimbulkan kegaduhan publik.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM
-
Buntut Dugaan Pelanggaran Impor, Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah Tiffany & Co di Jakarta
-
Viral Kecelakaan Maut di Depan UIN Ciputat, Transjakarta Tegaskan Tak Terlibat
-
Nekat! Maling Beraksi di Ruang Rapat Hotel Mewah Jakarta Pusat, Laptop dan Ponsel Raib
-
Pemicu Utama Bencana Tanah Bergerak di Jatinegara Tegal