/
Kamis, 06 Juli 2023 | 22:41 WIB
Anies Baswedan dan Tim 8 Koalisi Perubahan (Dok. Istimewa)

Pengamat Politik Adi Prayitno mengomentari perihal koalisi pengusung Anies Baswedan yaitu Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Itu karena, Sekjen partai salah satu anggota Koalisi Perubahan terlibat dalam tindak pidana korupsi dengan nilai paling besar.

Sosok Sekjen partai yang dimaksud yaitu Sekjen Partai NasDem sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang terlibat dalam kasus proyek pengadaan BTS 4G.

“Agak sulit membangun narasi perubahan. Bagaimana mau berubah? Sekjen partai yang ada di poros perubahan itu korupsinya paling besar,” ujar Adi di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dikutip Suara Liberte pada Kamis (6/7/2023).

Padahal, poros Koalisi Perubahan selalu memberi profiling terhadap diri mereka sebagai partai yang bersih dan bebas dari tindakan-tindakan yang berlawanan dengan hukum.

“Padahal mereka ini, poros perubahan selalu ingin mem-profiling dirinya adalah poros yang nggak begitu. Bersih. Anti korupsi,” ujar Adi.

Namun, dengan adanya kasus proyek pengadaan BTS 4G, profiling tersebut tidak bisa disematkan kepada poros perubahan.

Hal tersebut berdampak pada dua anggota koalisi lainnya yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagai contoh, Partai Demokrat yang trauma karena salah satu kadernya melakukan tindak pidana korupsi.

“Sepertinya Demokrat agak sedikit trauma. Demokrat itu gara-gara kasus korupsi kadernya, itu kan terjun bebas. Dari yang semula 21 persen jadi 10 persen di Pemilu 2014 itu,” tutur Adi.

Baca Juga: Dikira Tertidur Pulas, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Teras Masjid Alqobah Palembang

Load More