Pengamat Politik Adi Prayitno mengomentari perihal koalisi pengusung Anies Baswedan yaitu Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Itu karena, Sekjen partai salah satu anggota Koalisi Perubahan terlibat dalam tindak pidana korupsi dengan nilai paling besar.
Sosok Sekjen partai yang dimaksud yaitu Sekjen Partai NasDem sekaligus Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang terlibat dalam kasus proyek pengadaan BTS 4G.
“Agak sulit membangun narasi perubahan. Bagaimana mau berubah? Sekjen partai yang ada di poros perubahan itu korupsinya paling besar,” ujar Adi di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, dikutip Suara Liberte pada Kamis (6/7/2023).
Padahal, poros Koalisi Perubahan selalu memberi profiling terhadap diri mereka sebagai partai yang bersih dan bebas dari tindakan-tindakan yang berlawanan dengan hukum.
“Padahal mereka ini, poros perubahan selalu ingin mem-profiling dirinya adalah poros yang nggak begitu. Bersih. Anti korupsi,” ujar Adi.
Namun, dengan adanya kasus proyek pengadaan BTS 4G, profiling tersebut tidak bisa disematkan kepada poros perubahan.
Hal tersebut berdampak pada dua anggota koalisi lainnya yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebagai contoh, Partai Demokrat yang trauma karena salah satu kadernya melakukan tindak pidana korupsi.
“Sepertinya Demokrat agak sedikit trauma. Demokrat itu gara-gara kasus korupsi kadernya, itu kan terjun bebas. Dari yang semula 21 persen jadi 10 persen di Pemilu 2014 itu,” tutur Adi.
Baca Juga: Dikira Tertidur Pulas, Pria Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Teras Masjid Alqobah Palembang
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026