/
Jum'at, 07 Juli 2023 | 18:00 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto makan bersama di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/6/2023). (Instagram/@prabowo)

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengamati transformasi politik Prabowo Subianto mirip seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adi menilai, perubahan pada Prabowo sangat terlihat semenjak Ketua Umum (Ketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi.

“Maka tidak mengherankan kalau kita melihat orkestrasi politik Prabowo belakangan ini mirip-mirip seperti yang dilakukan oleh Jokowi,” katanya, seperti dikutip Liberte Suara, Jumat (7/7/2023), dari YouTube KompasTV.

Ia melanjutkan, Prabowo terlihat lebih humble, santai menghadapi kritikan, sehingga seperti melepaskan “atribut militernya”.

“Sejak Prabowo menjadi bagian dari Jokowi, transformasi politik Prabowo itu yang dari militer jadi sipil sekarang itu sangat kelihatan humble, ngobrol sama orang ramah, dengan media, konten kreator, juga akrab,” terang Adi.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu meyakini, hubungan antara Prabowo dan Jokowi jika dipertahankan berpotensi membahayakan capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

“Kalau ini terus dipertahankan hingga hari H, tanggal 14 Februari, cukup membahayakan juga buat Ganjar,” tuturnya.

“Jokowi tidak tegas saja itu sudah merugikan Ganjar. Tapi Gerindra selalu mengorkestrasi bahwa Prabowo Subianto dan Jokowi itu adalah satu tarikan nafas yang sama,” pungkas Adi.

Baca Juga: Loyalis Jokowi Sindir Projo yang Singgung Soal Musuh: Bagi Relawan Nasionalis, Musuh Kami Adalah Para Bandit, Tapi Kalau Projo

Load More