/
Senin, 10 Juli 2023 | 07:16 WIB
Ilustrasi kerusuhan 22 mei people power (Suara.com/Ema Rohimah)

Relawan Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah, mengomentari perihal aksi people power yang terjadi di DKI Jakarta dan Solo.

Untuk diketahui, sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi People Power Indonesia mengadakan aksi demo pada Jumat (7/7/2023).

Aksi damai tersebut dilakukan di depan Gedung Umat Islam Kartopuran Kota Solo. Terpantau sekitar seratus orang ikut dalam aksi tersebut.

Massa tersebut membawa spanduk bertuliskan 'Rakyat Wonogiri dukung gerakan people power', 'Rakyat Klaten dukung people power', 'Rakyat Sragen dukung people power'.

Selain itu juga ada spanduk bertuliskan 'Turunkan Jokowi sekarang juga', 'Jokowi gagal urus bangsa', 'Usut tuntas ijazah palsu Jokowi', 'Kembalikan kedaulatan ke tangan rakyat', 'Turunkan dan adili rezim korup'.

Hal serupa terjadi di Jakarta. Sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Rakyat Menggugat melakukan aksi People Power di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Chusnul menyoroti sepinya aksi people power yang dilakukan sekelompok orang di Jakarta dan Solo.

“People power, di jakarta sepi, di solo juga sepi,” ujar Chusnul, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ch_chotimah2 pada Senin (10/7/2023).

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa ketika ratusan orang berdemo meminta Presiden Joko Widodo diturunkan, maka ada jutaan rakyat di rumah yang menertawakan mereka.

Baca Juga: Jelang Pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2023, Anggota Satlantas Solo Diperiksa Kelengkapannya

“Jadi memang fakta, ratusan yang demo turunkan Jokowi, jutaan rakyat di rumah menertawakan mereka,’ sambungnya.

Load More