Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, mengomentari perihal bocornya perihal tim ranger medsos yang disebut-sebut dimiliki oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Beredar di media sosial percakapakan di acara Bocor Alus Politik di kanal YouTube Tempo yang membahas soal tim media sosial Erick Thohir yang membuat tim media sosial untuk Erick Thohir.
Salah satu akun yang mengunggah percakapan tersebut yaitu @BosPurwa. Di dalam potongan video yang ditampilkan, perempuan berambut sebahu mengatakan bahwa di Kementerian BUMN ada grup media sosial yang diberi nama ranger medsos.
Adapun isi grup tersebut yaitu karyawan-karyawan Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN yang kebanyakan berasal dari kalangan milenial atau Gen Z.
“Di Kementerian BUMN itu mereka membentuk grup yang namanya ranger medsos tugasnya isinya dulu ini isinya adalah karyawan-karyawan BUMN dan karyawan-karyawan Kementerian BUMN yang milenial,” ujar Jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana.
Adapun tugasnya yaitu untuk memberikan komentar positif di media sosial Erick Thohir serta membentuk opini bahwa Kementerian BUMN di tangan Erick berjaya.
“Tugasnya adalah memberikan komentar positif dan like di medsos-medsosnya Erick Thohir dan juga membentuk opini bahwa Kementerian BUMN ketika dipimpin oleh Erick Thohir ini lymayan berjayalah gitu,” sambungnya.
Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dari Erick Thohir maupun pihaknya terkait hal ini.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu menyoroti bagaimana Erick menggunakan ATM Bank BUMN untuk menunjukkan dirinya kepada publik atau secara tidak langsung berkampanye.
Baca Juga: FIX! Tarif LRT Jabodebek dan Titik Stasiun Keberangkatan Awal dan Akhir
Menurutnya, dengan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya itu membuat integritas Erick dipertanyakan.
“Sejak menggunakan ATM Bank BUMN untuk "kampanye" diri, integritasnya sudah bisa dipertanyakan,” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter (10/7/2023).
Sementara itu, dalam sebuah talk show pada Jumat (31/12/2023) Erick menilai media sosial sebagai alat untuk mengontrol atau menjaga keseimbangan di antara lembaga-lembaga dan masyarakat.
Ia tak memungkiri saat dirinya masih menjabat sebagai Presiden Intermilan pada 2014 silam ada pujian ketika timnya menang dan ada makian ketika timnya kalah.
“Saya setuju ini bagian dari check and balance, ya sama ketika punya klub bola ya nasibnya sama, menang dipuji puji, begitu kalah di maki maki. Dan perasaan itu kalau di bola seperti kalah enggak bisa tidur, seri kenapa gak bisa menang, menang senyum-senyum sendiri jadi sama di Medos itu,” ujar Erick, dikutip dari medcom.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila
-
Kabar Duka, Ibu Gilga Sahid Meninggal Dunia
-
5 Item Terlangka di Roblox 2026 yang Jadi Incaran Para Kolektor
-
Update Harga iPhone Terbaru Maret 2026, Ada Kenaikan Capai Rp1 Jutaan
-
OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
Ini Strategi Polres Bekasi Tekan Angka Pencurian Rumah Kosong saat Lebaran