Pakar intelijen Soleman B. Ponto menyoroti, Negara Islam Indonesia (NII), yang terindikasi berafiliasi dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, untuk dimasukkan dalam Daftar Terduga Terorisme dan Organisasi Teroris (DTTOT).
Untuk itu, Soleman mengatakan, ada sejumlah syarat agar gerakan NII dapat masuk dalam DTTO. Salah satunya ada aksi terang-terangan yang dilakukan oleh NII.
“Nah untuk masuk dalam daftar itu harus ada perbuatan terlebih dahulu, harus ada orang yang betul-betul terdaftar sebagai anggota NII melakukan pemboman, melakukan perampokan. Baru dia bilang saya adalah anggota NII,” kata Soleman dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (11/7/2023).
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu meyakini, jika langkah tersebut sudah terjadi dan diakui sendiri oleh anggotanya, NII akan dengan mudah dimasukkan dalam DTTOT.
“Itu baru bisa masuk (DTTOT). Kalau itu tidak ada, ya ndak bisa hanya pengakuan dari orang lain kemudian kita langsung masukkan itu, tidak bisa begitu. Itu akan menghasilkan masalah baru,” ungkap Soleman.
Ia menegaskan, sejumlah perbuatan yang dilakukan oleh minimal tiga orang anggota NII akan lebih memudahkan dimasukkan dalam DTTOT.
“Perbuatan terbukti adalah anggota NII termukti semuanya itu baru. Dua, tiga, orang baru bisa. Oh NII sudah banyak sehingga mereka adalah kelompok atau orang-orang yang menganut radikalisme,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik