Lama tak terdengar kabarnya, Tamara Geraldine akhirnya muncul kembali ke publik. Presenter yang eksis pada tahun 2000-an itu hadir menguak kisah hidupnya yang ternyata cukup dramatis.
Siapa sangka, Tamara Geraldine mengaku punya keinginan untuk bunuh diri setiap enam jam. Hal itu disebabkan karena depresi tingkat tinggi yang dialaminya.
"Saya punya kecendrungan untuk bunuh diri per 6 jam," kata Tamara Geraldine, dikutip dari YouTube Daniel Mananta pada Rabu (9/8/2023).
"Saya itu ada high depresi, jadi pada waktu itu kejadiannya saya membuat keputusan yang sebenarnya tidak bisa saya tanggung," ujarnya lagi.
Usut punya usut, keputusan yang dimaksud oleh Tamara adalah soal dirinya yang menyembunyikan kondisinya pada sang keluarga. Perempuan berusia 49 tahun itu mengakui bahwa dirinya pernah divonis mati oleh dokter.
Sayangnya, ia tidak punya keberanian untuk menceritakan hal itu pada kerabat dekatnya, termasuk orang tuanya. Alhasil, ia harus menanggung beban seberat itu seorang diri.
"Saya itu divonis mati oleh dokter akibat penyakit yang saya miliki dua kali," ungkapnya.
"2005 vonis pertama, kata dokter only one year you life. At least, saya hanya punya waktu 8 bulan untuk hidup karena saya memiliki penyakit sirosis atau pengerasan hati," sambungnya.
Pada vonis kedua, ia memutuskan untuk memberitahu sang suami. Namun, Tamara tetap bersikeras untuk menahan diri memberitahu kabar buruk itu pada kedua orang tuanya.
Baca Juga: Dibocorkan Raffi Ahmad, Jeje Govinda Ternyata Nekat Nyaleg Cuma Karena Ingin Buktikan Hal Ini
"Vonis terakhir yang tahu hanya mantan suami. Karena saya minta sama Tuhan, saya tidak mau ada yang tahu karena saya ingin membina diri dengan Tuhan saja barulah oranglain tahu termasuk keluarga saya," sebutnya.
Kendati demikian, semua vonis dokter itu rupanya melenceng. Tamara Geraldine pun hanya bisa bersyukur atas mukjizat dan kesempatan hidup yang berkali-kali diterimanya.
Berita Terkait
-
Minta Suami Nikah Lagi, Ternyata Tamara Geraldine Sempat Divonis Mandul dan Sisa Hidup Tinggal 8 Bulan
-
Deretan Artis Memilih jadi Pendeta, Dari Tamara Geraldine hingga Pierre Roland
-
Sudah Tak Muncul di Televisi, Ini 5 Artis Memilih Jadi Pendeta
-
Sempat Divonis Tak Akan Hidup Lama, Tamara Geraldine Beberkan Lika-liku Perjuangkan Hak Asuh Anak
-
Tamara Geraldine Divonis Tak Berumur Panjang, Harapan Terkait Hak Asuh Anak Berakhir Bahagia
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'