Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri kembali buka suara terkait dengan pandangannya soal lembaga dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dirinya mengatakan tak ingin ada pembubaran dari lembaga tersebut, justru ia ingin melihat ada perubahan dari lembaga itu untuk menjadi lebih kuat menangani korupsi di Indonesia.
Megawati menilai hal ini perlu dilakukan karena hasil kinerja dari lembaga tersebut masih jauh dari ekspektasi apalagi maksimal. Ini dibuktikan dengan masih munculnya praktik korupsi dalam kalangan pejabat negara.
"Ini (KPK) sifatnya hanya komisi menurut saya memang kurang kuat jadi harus diubah," kata Megawati, dilansir pada Kamis (24/8).
Selain itu, politikus ini juga menyinggung soal bagaimana lembaga tersebut lahir melindungi tanah air. Anak buahnya saat ia masih menjadi seorang pejabat negara mengajukan beleid pembentukan KPK. Megawati tidak serta merta berkenan menandatangani surat pembentukan lembaga antirasuah itu karena wujudnya komisi yang setara lembaga "ad hoc" alias tidak permanen.
"Tadinya saya enggak mau teken. Saya bilang kenapa komisi? Itu sifatnya kan 'ad hoc' mas, kenapa enggak ada lain lagi ya yang bisa lebih mantap, karena 'ad hoc' itu kan suatu saat bisa dibubarkan dan itu Tap MPR," kata Megawati.
Dia mengaku memahami bahwa dasar pembentukan lembaga anti korupsi tersebut berangkat dari belum maksimalnya upaya pemberantasan korupsi oleh kepolisian dan kejaksaan. Megawati berharap apa yang disampaikan tersebut tidak disalahartikan bahwa dirinya tidak setuju dengan adanya KPK.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan
-
Kirim Surat ke Komisi III DPR, MAKI Minta Ada Panja untuk Usut Masalah Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis
-
Karina Ranau Ngamuk Dibilang Lebay Lebaran di Makam Epy Kusnandar, Tantang Hater Ketemu
-
Panen Cuan Lebaran! Toko Oleh-Oleh Diserbu Pemudik, Pengunjung Naik 3 Kali Lipat
-
Surat untuk Masa Mudaku: Film tentang Penerimaan atas Luka Masa Kecil
-
5 Hair Cream untuk Menata Rambut Ikal dan Kering akibat Polusi Udara
-
Jadi Tahanan Rumah dan Tak Diborgol, Intip Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas
-
Waspada! 5 Kebiasaan Online Sepele yang Diam-Diam Mengancam Keamanan Data Anda