- Presiden Prabowo Subianto berkelakar soal reshuffle saat mengunjungi tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
- Gurauan muncul setelah Zulkifli Hasan memberikan informasi keliru mengenai nama desa lokasi acara kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Presiden menekankan pentingnya pengembangan proyek tambak udang produktif untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat lokal setempat.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan gurauan soal reshuffle kabinet saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Candaan itu muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan disebut memberi informasi yang keliru soal nama desa lokasi acara.
Awalnya, Prabowo menyampaikan sambutan dengan mengucapkan terima kasih karena telah diundang ke Desa Karangduwur.
“Jadi, terima kasih saya diundang ke sini. Desa Karangduwur,” kata Prabowo, dikutip dari siaran Sekretariat Presiden melalui akun YouTube resmi, Sabtu.
Namun, warga yang hadir langsung mengoreksi nama desa tersebut. Seorang warga bahkan dipanggil mendekat untuk memberi tahu nama lokasi yang benar.
“Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan,” ucap warga itu.
Mendengar koreksi tersebut, Prabowo langsung berkelakar soal kemungkinan mereshuffle Zulkifli Hasan karena salah memberi informasi.
“Menko tadi salah nama. Perlu di-reshuffle nggak, kira-kira? Jangan? Oh, untung rakyat sayang sama kamu,” ujar Prabowo yang disambut tawa warga.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti potensi besar tambak udang di kawasan tersebut. Ia mengaku mendapat laporan bahwa produktivitas tambak sangat tinggi.
“Tadi saya diberi laporan satu hektare bisa menghasilkan empat puluh ton. Luar biasa empat puluh ton ya. Berarti, dan harganya sangat bagus,” katanya.
Baca Juga: Prabowo Dorong Konversi Kendaraan Listrik, Mampukah Pangkas Impor Energi?
Prabowo menyebut harga udang saat ini mencapai Rp70 ribu per kilogram atau sekitar Rp70 juta per ton.
“Jadi ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap. Berapa orang yang kerja sekarang? Enam ratus lima puluh. Enam ratus lima puluh. Lokal orang lokal semua. Orang setempat enam ratus lima puluh orang bekerja,” tuturnya.
Selain meninjau area tambak, Prabowo juga sempat ikut menarik jaring bersama para penambak udang. Ia didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Zulkifli Hasan.
Prabowo menegaskan pemerintah akan mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif, termasuk pengembangan tambak udang di berbagai daerah.
“Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, proyek produktif adalah program yang mampu menghasilkan nilai tambah, memperkuat kekayaan negara, sekaligus meningkatkan penghasilan masyarakat.
“Kedua, menghasilkan nilai tambah. Menambah kekayaan bangsa Indonesia. Menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Polri di Katingan
-
Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak
-
Brankas Rahasia di Cafe de'CLAN Signature Berisi Tumpukan Dolar AS-SGD, Nilainya Fantastis!
-
Berangkat Kamis Malam, Delegasi RI Bertolak ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
-
Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
-
MPR dan MK Bahas Amandemen UUD 1945 Jelang Sidang Tahunan
-
Panja Belum Bentuk, Komisi II DPR 'Diam-diam' Bahas 28 DIM RUU Pemilu
-
Jangan Berani Hambat! Polisi Bidik Pidana Bagi Penghalang Penggeledahan di Cafe de'CLAN Signature
-
Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar
-
Nasib RUU Pemilu Digantung? Komisi II Buka-bukaan Disuruh 'Tunggu' Oleh Pimpinan DPR